Spesial Haornas 2021: Kiprah Perempuan dalam Olahraga Indonesia, Jadi Anggota IOC Sampai Latih Atlet Putra

skor.id | Olahraga | Published at 09/09/2021 13:45
Spesial Haornas 2021: Kiprah Perempuan dalam Olahraga Indonesia, Jadi Anggota IOC Sampai Latih Atlet Putra

SKOR.id - Hingga peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-38, Kamis (9/9/2021), telah banyak perempuan yang memiliki peran dalam perkembangan olahraga di Indonesia.

Tentu tidak bisa dimungkiri kalau peraih medali pertama Indonesia di ajang Olimpiade adalah tiga orang perempuan. Mereka adalah tiga srikandi panahan yang meraih perak di Olimpiade 1988 Seoul.

Empat tahun kemudian, Susy Susanti menjadi penyumbang emas pertama sepanjang sejarah Olimpiade bagi Indonesia. Tepatnya pada cabang bulu tangkis Barcelona 1992.

Perempuan Indonesia juga ada yang berkiprah di organisasi olahraga internasional.

Dia adalah mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo.

Sejak 2020, Rita Subowo menjabat sebagai Presiden Konfederasi Voli Asia (AVC). Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) asal Indonesia sebelum digantikan Erick Thohir.

Eni Nuraini Sumartoyo dan Harly Ramayani juga dua sosok perempuan yang tidak boleh dipandang sebelah mata di dunia olahraga.

Pasalnya, meskipun seorang perempuan, mereka nyatanya piawai melatih atlet laki-laki. Ya, seorang pelatih perempuan yang menangani atlet putra memang cukup langka di dunia ini.

Bahkan untuk Eni Nuraini, dia menangani atlet sekaliber Lalu Muhammad Zohri.

Semua tahu, kalau sejak kesuksesan meraih emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018, Lalu Muhammad Zohri jadi bintang di olahraga Indonesia.

Namanya begitu tenar dan prestasinya setelah Kejuaraan Dunia U-20 pun tetap bersinar.

Ia memegang rekor nasional dengan nyaris berlari di bawah 10 detik. Pada Kejuaraan di Osaka, Jepang, 2019 lalu, ia menorehkan catatan waktu 10.03 detik di 100 meter putra.

"Sesuatu kesempatan yang bagus buat saya bisa melatih bintang seperti Lalu Muhammad Zohri,"Eni Nuraini mengungkapkan.

"Saya juga berharap, ke depan semakin banyak seorang perempuan yang mau menjadi pelatih."

"Yang terpenting buat atlet nyaman dengan kita, maka kita akan jadi pelatih yang baik."

Sambut Kepulangan Kloter Terakhir, Menpora Tegaskan Atlet Paralimpiade dan Olimpiade Sejajar

IBL Sudah Dapat Dukungan Menpora untuk Gelar Kompetisi Tahun 2022

&
Artikel Asli