Liga Italia Latih AS Roma, Mourinho Merasa Lebih Baik ketimbang di Inter Milan

sindonews | Olahraga | Published at 09/09/2021 11:05
Liga Italia Latih AS Roma, Mourinho Merasa Lebih Baik ketimbang di Inter Milan

ROMA - Pelatih AS Roma, Jose Mourinho mengakui para petinggi ingin melihat klub meraih sukses di masa depan. Namun, The Special One menegaskan program jangka panjang itu bukanlah proyek pribadi, melainkan Proyek Roma.

Mourinho membesut Giallorossi julukan Roma- untuk menggantikan Paulo Fonseca pada musim panas kemarin. Pelatih asal Portugal itu dipilih lantaran sang pemilik klub ingin membangun fondasi tim yang kuat untuk kembali menguasai Italia.

"Ini bukan proyek Friedkin, ini bukan proyek Tiago Pinto, ini bukan proyek Mourinho. Ini proyek Roma," kata Mourinho dilansir dari Football Italia.

"Saya tahu para penggemar, jika anda berpikir bahwa proyek itu untuk saya 'untuk tiba besok dan saya menang lusa', itu bukan jalan yang benar."

"Ini adalah proyek di mana pemilik ingin meninggalkan warisan, mereka ingin melakukan sesuatu yang sangat penting bagi klub dengan cara yang berkelanjutan. Kami ingin Roma sukses di masa depan," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih Chelsea, Real Madrid dan Manchester United itu mengungkapkan dirinya sekarang jauh lebih baik dibanding saat kali pertamanya melatih di Italia bersama Inter Milan.

Alasannya, bekas gelandang Comercio e Industria itu telah belajar banyak hal selama menukangi Inter dan sekarang dia siap untuk kembali bersaing mendapatkan Scudetto.

"Saya jauh lebih baik sekarang, saya serius. Saya merasa lebih baik sekarang karena ini adalah pekerjaan di mana pengalaman sangat berarti," ujar pelatih berusia 58 tahun itu.

"Semuanya menjadi dejavu karena saya telah melalui begitu banyak pengalaman sejak meninggalkan Italia. Tentu saja, datang ke suatu negara untuk pertama kalinya adalah satu hal, di mana anda memulai dari awal, dan anda memiliki banyak hal untuk dipelajari," tambahnya.

Mourinho memang sering ditunjuk untuk membangkitkan sebuah tim yang sedang terpuruk. Dia telah memberikan trofi untuk Man United yang saat itu sedang minim gelar.

"Ini bukan kasus saya, saya tahu Italia, saya tahu budaya sepakbola. Saya tahu tentang Roma, yang merupakan saingan saya yang sebenarnya (saat di Inter), mereka berjuang bersama kami untuk gelar domestik. Sekarang saya siap untuk ini," pungkasnya.

Dia juga memberikan gelar Liga Inggris untuk Chelsea pada kesempatan keduanya melatih di Stamford Bridge yang saat itu juga dalam tren yang kurang baik.

Terakhir, Mourinho nyaris membuka puasa gelar Tottenham Hotspur yang sudah mencapai final Piala Liga Inggris pada musim lalu. Namun, dia keburu dipecat dan digantikan dengan Ryan Mason yang gagal membawa pulang trofi tersebut.

Artikel Asli