Bos Barcelona Berniat Boyong Neymar, Yakin?

republika | Olahraga | Published at 09/09/2021 05:00
Bos Barcelona Berniat Boyong Neymar, Yakin?

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan sempat melakukan pendekatan kepada Paris Saint Germain (PSG) terkait kemungkinan perekrutan kembali Neymar.

Bintang asal Brasil itu, tutur Laporta, juga menyambut baik ide soal kembali memperkuat klub yang dibelanya pada 2013 hingga 2017 tersebut. Setelah empat musim memperkuat Barcelona, Neymar hijrah ke Paris Saint Germain pada 2017.

Pada saat itu, tebusan nilai transfer sebesar 200 juta euro yang digelontorkan PSG untuk memboyong mantan penyerang Santos itu menjadi rekor nilai transfer pemain sejagat.

Selama memperkuat Barcelona, Neymar mengemas 186 laga dan sukses menyumbang 105 gol dan 76 assist di semua ajang. Dua trofi La Liga, tiga titel Copa del Rey, dan satu trofi Liga Champions menjadi persembahan Neymar buat klub asal Katalan tersebut.

Laporta mengakui, pada awal jendela transfer musim ini, Barcelona sempat berupaya untuk membawa kembali pemain berusia 29 tahun itu Stadion Camp Nou.

Bahkan, Blaugrana sudah melakukan komunikasi dengan PSG dan melakukan kontak dengan Neymar. Penyerang timnas Brasil itu pun diklaim menyambut baik rencana tersebut.

''Kami sempat berusaha merekrut kembali Neymar. Buat kami, itu akan jadi perekrutan yang menarik buat kami. Kami juga sudah melakukan kontak dengan Neymar. Dia begitu antusias dan tergila-gila untuk bisa kembali datang ke sini,'' kata Laporta dalam wawancara dengan TV3, Rabu (8/9).

Namun, semua rencana membawa kembali Neymar ke Camp Nou buyar usai Barcelona dinilai tidak mampu memenuhi persyaratan aturan finansial dari La Liga. Bahkan, akibat kondisi tersebut, Blaugrana juga tidak bisa melanjutkan negosiasi kontrak baru dengan Lionel Messi.

Ironisnya, bukan Neymar yang kembali bereuni dengan Messi di Barcelona, justru Messi yang bergabung bersama Neymar di PSG. Laporta menyebut, dalam upaya membawa kembali Neymar ke Camp Nou, Barcelona telah berusaha untuk mematuhi semua aturan, termasuk soal potensi pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

''Pada saat itu, kami memiliki interpretasi sendiri soal aturan financial fair play. Jika kami tahu soal aturan finansial di La Liga, maka kami tidak akan melakukan penawaran kepada PSG untuk memboyong Neymar,'' kata Laporta.

Artikel Asli