Duo Remaja Kanada Ukir Sejarah

koran-jakarta.com | Olahraga | Published at 09/09/2021 01:58
Duo Remaja Kanada Ukir Sejarah

NEW YORK - Petenis remaja asal Kanada, Leylah Fernandez dan Felix Auger-Aliassime untuk pertama kalinya menjejakkan kakinya di babak semifinal Grand Slam setelah melaju ke semifinal Grand Slam AS Terbuka.

Fernandez, yang telah menyingkirkan juara bertahan Naomi Osaka dan juara Slam tiga kali Angelique Kerber, mengalahkan unggulan kelima dari Ukraina Elina Svitolina 6-3, 3-6, 7-6 (7/5) di Arthur Ashe Stadium, kemarin. Ini menjadi capaian pertama kalinya bagi petenis 18 tahun itu melaju ke semifinal Grand Slam, kemarin.

Fernandez, peringkat 73, terinspirasi oleh strategi prapertandingan dari ayah sekaligus pelatihnya, Jorge, mantan pemain sepak bola Ekuador. "Dia menyuruh saya keluar dan bersenang-senang, berjuang untuk setiap poin," kata Fernandez.

"Ini perempat final Grand Slam pertama kamu. Jangan jadikan ini yang terakhir. Jangan jadikan ini pertandingan terakhir kamu di sini. Perjuangkan impian kamu."

Pemain kidal Fernandez berhasil mengakhiri perjuangan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo itu yang disambut dengan sorak gembira penonton. "Sepanjang pertandingan, saya sangat gugup," kata Fernandez kepada penonton. "Berkat kalian, saya bisa melewatinya."

Fernandez mematahkan servis untuk memimpin 4-2 dan merebut set pertama dalam 38 menit. Pada set kedua, Svitolina memimpin. Selanjutnya pada set ketiga, Fernandez dan Svitolina bertukar empat break dalam perjalanan menuju tie-breake, di mana remaja itu tidak pernah tertinggal, bahkan menang setelah dua jam dan 24 menit pertandingan.

Di semifinal, Fernandez akan menghadapi petenis peringkat dua dunia Aryna Sabalenka yang melaju setelah menyingkirkan Barbora Krejcikova 6-1, 6-4. Bagi Sabalenka, ini semifinal AS Terbuka untuk pertama kalinya.

Petenis Belarus Sabalenka, yang mencapai semifinal di Wimbledon, menutup pertandingan setelah satu jam dan 26 menit dengan ace dan berseri-seri terhadap penonton yang bersorak di New York. "Saya sangat menikmati permainan saya di sini dan setiap detik di lapangan ini," kata Sabalenka, yang menjuarai Madrid Open.

Medvedev Melaju

Di bagian putra, unggulan kedua asal Rusia Daniil Medvedev melaju ke semifinal AS Terbuka untuk ketiga kalinya secara beruntun. Medvedev, yang mengejar gelar Slam pertamanya, menyingkirkan petenis kualifikasi dari Belanda peringkat 117 Botic Van de Zandschulp 6-3, 6-0, 4-6, 7-5 di Arthur Ashe Stadium, Rabu WIB.

"Saya hanya ingin melakukan sedikit lebih baik dari dua kali terakhir dan mendapatkan langkah ekstra ini, yang merupakan langkah terberat, sebenarnya," kata Medvedev.

Petenis berusia 25 tahun dari Moskow itu merupakan runner-up AS Terbuka 2019 dan kalah di final Australian Open tahun ini dari peringkat teratas Novak Djokovic, yang mengincar gelar US Open keempatnya untuk menyelesaikan Grand Slam kalender tahun ini, menyapu bersih gelar major satu tahun untuk tunggal putra, setelah Rod Lever pada 1969.

Mevedev memenangi pertandingan untuk kemungkinan berduel dengan Djokovic dalam laga perebutan gelar juara. "Saya tidak memikirkan dia, karena seperti yang kita lihat, siapa pun bisa mengalahkan siapa saja," kata Medvedev.

Medvedev dipastikan akan bertemu pemain yang pertama kali masuk semifinal Grand Slam, petenis asal Kanada Felix Auger-Aliassime. Unggulan ke-12 itu menang atas peringkat 55 dari Spanyol Carlos Alcaraz (18) yang mundur akibat cedera. Alcaraz tidak melanjutkan pertandingan karena cedera abduktor saat tertinggal 3-6, 1-3.

Medvedev memenangi satu-satunya pertemuannya dengan Auger-Aliassime di Kanada pada 2018 dan satu-satunya pertandingannya melawan Alcaraz di babak kedua Wimbledon tahun ini.

Auger-Aliassime menjadi petenis putra Kanada pertama yang mencapai semifinal US Open. Petenis berusia 21 tahun itu bergabung dengan rekan senegaranya Fernandez, yang membukukan tempat pada babak empat besar tunggal putri.

"Ini bagus untuk Kanada. Ini hebat bagi Quebec," katanya. ben/AFP/S-2

Artikel Asli