Paralimpiade Tokyo 2020: Dua Faktor Kegagalan Bolo Triyanto versi Pelatih Para Menembak Indonesia

Olahraga | skor.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 16:17
Paralimpiade Tokyo 2020: Dua Faktor Kegagalan Bolo Triyanto versi Pelatih Para Menembak Indonesia

SKOR.id - Bolo Triyanto, wakil Indonesia di cabang para menembak, belum bisa meneruskan perjuangannya di Paralimpiade Tokyo 2020.

Tampil di Asaka Shooting Range, Jepang, Bolo Triyanto yang turun dinomor R5-Mixed 10 m Air Rifle Prone SH2, terhenti di kualifikasi.

Atlet menembak kelahiran Sragen, 12 Oktober 1983 itu hanya menempati urutan ke-24 dengan total skor 631 dari enam seri yang diikuti.

Pelatih menembak Indonesia, Aris Hariyadi, mengatakan apa yang diraih anak didiknya pada Rabu (1/9/2021), menurun dibandingkan latihan.

Tak hanya itu, masih menurutnya, pertandingan menembak butuh konsentrasi tinggi dan kesiapan mental. Apalagi, ini adalah Paralimpiade Tokyo.

"Waktu menjelang keberangkatan, skor rata-rata Bolo padahal sudah mencapai 635-636. Tapi, itulah (cabang olahraga) menembak."

"Saat pertandingan, atlet yang siap dan bisa fokus dalam menembak, itu yang akan (menjadi) leading score," Aris Haryadi menuturkan.

Meski gagal melangkah ke final Paralimpiade Tokyo 2020, Aris Haryadi yakin anak didiknya tak patah semangat.

"Dari hasil ini, atlet menembak kita harus memperbanyak latihan-latihan, scoring dan try out untuk lebih mengasah kemampuan dan penguasaan diri pada saat tanding."

Pada nomor R5 - Mixed 10m Air Rifle Prone SH2, medali emas didapatkan atlet menembak asal Serbia, Dragan Ristic.

Medali perak diraih Vasyl Kovalchuk dari Ukraina dan perunggu menjadi milik atlet Slovenia, Francek Gozard Tirsek.

Update Klasemen Medali Paralimpiade Tokyo 2020: Indonesia Masih Sejajar dengan Argentina

&
Artikel Asli