Ratusan Bus untuk PON Tiba di Papua, Fasilitas Belum Siap

Olahraga | skor.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 14:00
Ratusan Bus untuk PON Tiba di Papua, Fasilitas Belum Siap

SKOR.id - Segala persiapan terus dilakukan demi mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, 2-15 Oktober mendatang.

Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah mengirimkan 428 unit bus melalui jalur laut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melepas kapal KM Dharma Kencana VII dari Pelabuhan Tanjung Priok, 24 Agustus lalu.

Kapal yang dilepas oleh Menhub Budi Karya Sumadi tersebut membawa 316 bus menuju Pelabuhan Jayapura.

Tiga hari sebelumnya atau 21 Agustus, sebanyak 112 bus berangkat dari Tanjung Priok ke Timika dan Merauke denganKM Dharma Rucitra I.

Ratusan bus tersebut akan dipakai sebagaialat transportasi kontingen PON Papua di Jayapura, Timika, dan Merauke.

Sayang, berdasarkan informasi dari sumber Skor Indonesia yang berada di Papua, belum semua fasilitas yang terkait transportasi, siap.

Tempat parkir untuk ratusan bus yang sudah datang serta hunian supir PON Papua, belum rampung. Padahal,PON Papua tinggal satu bulan.

"Untuk klaster Kabupaten Jayapura, driver disediakan 40 rumah. Hari ini, mereka sampai, tapi listrik belum tersambung dan septitank belum dipasang."

"Sementara itu, untuk pool (bus) di Sentani juga seharusnya sudah ada untuk parkiran bus. Tapi, masih belum selesai," tutur sumber Skor Indonesia.

Saat dikonfirmasi, Ketua II Panitia Besar PON Roi Letlora menegaskan segala kekurangan tersebut akan selesai dalam waktu dekat.

"Saya optimis persiapan (terkait transportasi) itu akan (cepat) selesai," ucap Roi Letlora saat dihubungi Skor Indonesia via telepon.

Di sisi lain, PB PON mengaku dibuat pusing karena usulan dana APBN sebesar Rp1,4 triliun ke pemerintah pusat tidak kunjung cair.

Sebagai informasi, PB PONmengajukan usulan Rp1,4 triliun kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Dana tersebut rencananya digunakan untuk berbagai pekerjaan mandatory seperti konsumsi, broadcasting, akomodasi, hingga pertandingan.

"Yang jadi masalah kami sebenarnya dana APBN yang belum turun sampai saat ini. Kami kebingungan dengan sikap pemerintah pusat," ujarnya.

"Kalau (anggaran APBN) belum turun, saya tidak bisa memprediksi apa yg terjadi (dengan PON Papua) karena Rp1,4 triliun itu untuk pekerjaan mandatory."

Gelar Undian Basket PON Papua Lebih Awal, Ini Alasan Perbasi

Juara di Turnamen Uji Coba, Tim Voli Putra Jabar Optimistis Tatap PON Papua

&
Artikel Asli