Profil Tim Liga 1 2021-2022: Persebaya Surabaya Penuh Darah Muda

Olahraga | okezone | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 15:00
Profil Tim Liga 1 2021-2022: Persebaya Surabaya Penuh Darah Muda

SURABAYA Persebaya Surabaya pada Liga 1 2019 tampil apik dengan menjadi menempati posisi kedua klasemen akhir. Namun, pada musim berikutnya, pasukan Bajul Ijo keteteran setelah ditinggal para pemain andalannya.

Beruntung, Liga 1 2020 tertunda hingga akhirnya ditiadakan. Pasalnya empat pemain asing Persebaya Surabaya pergi dalam waktu bersamaan, yakni Diego Campos, Amido Balde, Manuchekhr Dzalilov, dan Damian Lizio.

Foto/Persija Jakarta

Kemudian pemain naturalisasi Otavio Dutra dan Osvaldo Haay yang pindah ke Persija Jakarta, Ruben Sanadi yang pindah ke Bhayangkara FC, Misbakus Solikin, dan Fandi Eko Utomo.

Tak pelak situasi ini membuat Persebaya Surabaya sempat kocar - kacir di musim kompetisi 2020. Dari dua laga pembuka di musim 2020, Persebaya hanya mengantongi 1 poin dari hasil imbang melawan Persik Kediri di laga pembuka, di laga selanjutnya justru kalah dari Persipura Jayapura, dan tertahan di posisi 15, hingga kompetisi ditiadakan akibat pandemic Covid-19.

Namun Persebaya tetaplah Persebaya yang selalu besar dengan namanya. Beberapa pemain lokal bagus pun bermunculan sejak kehilangan beberapa pemain di awal kompetisi musim 2020.

Kondisi pandemi COVID-19 memang sempat membuat tim meliburkan latihannya. Namun kabar kompetisi yang digelar di awal 2021 membuat manajemen Bajul Ijo bergerak cepat.

Buktinya saat turnamen Piala Menpora 2021 lalu meski tampil dengan 100 persen pemain lokal, tim asuhan Aji Santoso ini mampu mencuri decak kagum. Kombinasi pemain-pemain muda dari kompetisi internal tim - tim binaan Persebaya menjadi modal.

Rahmat Irianto yang notabene anak sang legenda Bejo Sugiantoro menjadi pemimpin bagi pemain lokal. Tercatat ada nama-nama Koko Ari, Ernando Ari di penjaga gawang, Marcelino Ferdinand, hingga Supriadi, mengisi skuad Persebaya.

Nama-nama ini dikombinasikan dengan pemain senior macam Syamsul Arif, Rendi Irawan, M. Syaifuddin, dan Oktavianus Fernando membuat Green Force menjadi tim yang militan. Semangat dan karakter permainan Surabaya yang ngeyel dipadu dengan kejelian pelatih Aji Santoso, memanfaatkan potensi pemain muda menjadi sebuah kombinasi yang luar biasa.

Artikel Asli