Peraih Medali Emas Olimpiade Atlanta 1996 Rexy Mainaky: Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Sukses di Negeri Orang

Olahraga | okezone | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:47
Peraih Medali Emas Olimpiade Atlanta 1996 Rexy Mainaky: Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Sukses di Negeri Orang

NAMA Rexy Mainaky tak boleh terlewat jika membicarakan sosok legenda bulu tangkis Indonesia. Sebab, prestasi manis berhasil diukir Rexy Mainaky selama masih aktif bermain sebagai pebulu tangkis profesional. Salah satu yang dikenang adalah medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 bersama pasangan duetnya, Ricky Subagja.

Lahir di Ternate 9 Maret 1968, nama Rexy Mainaky tentu sudah tidak asing di telinga pencinta bulu tangkis Indonesia. Pria yang akrab disapa Eky itu adalah salah satu pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Rexy Mainaky saat masih aktif bermain

Keluarga Rexy Mainaky sendiri diketahui sangat senang dengan olahraga bulu tangkis. Ayah dan saudara-saudara kandungnya sangat gemar bermain badminton. Sementara Eky kecil, dia sebenarnya lebih senang bermain sepakbola.

Eky kecil memang mendapat arahan dari sang ayah untuk lebih fokus ke bidang olahraga agar tak seperti kebanyakan pemuda di kampungnya. Sebab, di tempat tinggal Eky, banyak anak muda yang kerjanya hanya mabuk-mabukan.

Ada satu momen di mana Eky dijanjikan akan diberi hadiah oleh sang ayah jika masuk peringkat 10 besar di sekolah. Ayahnya mengira dia akan minta dibelikan raket, tetapi Rexy ternyata memilih untuk dibelikan sepatu sepakbola.

Ketika saudara kandung dan teman-temannya bermain bulu tangkis di halaman belakang rumah, Eky hanya menonton. Dia baru akan ikut bermain jika kurang orang. Dia lebih sering menghabiskan waktu di lapangan sepakbola.

Menginjak usia remaja, sang ayah berbicara kepadanya yang membuatnya memilih banting setir menjadi pemain bulu tangkis. Sebenarnya, saat itu, Eky sudah bermain kompetisi sepakbola antardaerah, namun situasinya sulit. Kala itu, perkembangan sepakbola nasional juga belum menuju ke arah yang bagus.

Sang ayah mengatakan bahwa bulu tangkis Indonesia itu sudah dikenal dunia. Kalau Rexy Mainaky bisa menjadi juara nasional, sangat besar peluang menjadi juara dunia. Kondisinya berbeda dengan dunia sepakbola yang punya 11 pemain, tapi kalau tidak kompak tidak akan bagus mainnya.

Rexy yang saat itu berusia 14 tahun pun mengikuti saran dari ayahnya. Dia ikut seleksi untuk mewakili Maluku di pertandingan Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (POPSI).

Di sana, Rexy berhasil maju mewakili Maluku, tapi gagal lolos dari babak grup. Meski begitu, pemerintah Maluku mengusulkannya untuk belajar di sekolah atlet Ragunan.

Pada 1985, Rexy terbang ke Jakarta menyusul sang kakak, Richard Mainaky, yang sudah lebih dulu menginjakkan kaki di ibu kota. Rexy menunjukkan kegigihan dan keseriusan dalam latihan sehingga dia menjadi penghuni tetap di Ragunan.

Rexy Mainaky saat masih aktif bermain

Rexy menjuarai Kejuaraan Pelajar se-ASEAN di Singapura. Dia juara di nomor tunggal dan ganda putra.

Setelah lulus dari Ragunan, dia hampir bergabung dengan klub raksasa asal Kudus, PB Djarum. Namun, Rexy akhirnya bergabung dengan klub Tangkas setelah menerima saran dari Darius Pongoh.

Prestasinya terus meningkat sejak itu, Rexy dan Richard memberi banyak gelar untuk Tangkas. Meski berprestasi, pemuda Ternate itu sempat hampir menyerah karena tidak dipanggil ke Pelatnas. Padahal, dia sudah menjadi juara DKI Jakarta dan juara di seleksi nasional.

Artikel Asli