Belajar dari Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia ``Contek`` Sistem Olahraga Negara Adidaya

skor.id | Olahraga | Published at 02/08/2021 11:30
Belajar dari Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia ``Contek`` Sistem Olahraga Negara Adidaya

  • NOC Indonesia belajar sistem pembinaan olahraga negara lain selama Olimpiade Tokyo.
  • Tokyo 2020 juga mengajarkan sistem penyelenggaraan turnamen multiolahraga yang mumpuni untuk Indonesia.
  • Cina menjadi salah satu acuan pembinaan olahraga bagi Indonesia.

SKOR.id - Sambil menyelam minum air, peribahasa itu mungkin cocok untuk Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).

Sambil mendampingi kontingen Indonesia bertanding di Olimpiade Tokyo 2020, NOC Indonesiapelajari sistem pembinaan olahraga negara lain.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dapat banyak 'contekan' soal model penyelenggaraan turnamen dan pembinaan olahragadari sesama negara peserta.

Hi Skorer, jangan lupa downloadapps Skor.idbiar enggak ketinggalan update dan bisa mendapatkan banyak hadiah menarik.

Salah satunya adalah bagaimana Jepang jadi tuan rumah pesta olahraga terbesar dunia,dari sistem olahraga, pembinaan atlet, pelatih, wasit, hingga venue.

"Penyelenggaraan multievent, tak cuma Olimpiade, itu kan menghasilkan legasi.Tapi, legasi itu dibangun dari sistem."

"Jadi, NOC Indonesia saat ini berusaha membangun sistem yang kelak dapat menjadi acuan untuk ke depannya," Okto, sapaan akrab, menjelaskan dalam rilis yang diterima Skor.id.

"Jadi apabila sewaktu-waktu Indonesia menjadi penyelenggara multi event international, kita sudah siap."

"Di sini kami juga melihat bagaimana pembinaan prestasi negara-negara yang datang dengan kontingen besar."

Salah satu negara besar yang mencuri perhatian Okto di Tokyo 2020 adalah Cina, negara Asia yang mampu bersaing dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, Cina merencanakan peak performance atau performa puncak para atletnya dengan sangat tepat di Olimpiade Tokyo.

"Mereka sudah tidak melihat sasaran kecil tetapi sasaran besarnya," kata pria yang juga menjabat Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia tersebut.

"Masalah ini yang sebetulnya perlu kita diskusikan lebih tajam lagi dengan (pengurus) cabang-cabang olahraga."

"Jangan sampai kita puas dengan prestasi event kategori kecil. Ke depan, kita harus bisa melahirkan atlet yang mampu berprestasi di Olimpiade."

Target pertama adopsi sistem pembinaan itu, menurut Okto, adalah kualifikasi Olimpiade Paris 2024 yang beberapa akan dimulai akhir tahun ini.

"Semua ini harus dimatangkan sebab sudah ada cabor yang menggelar kualifikasi (Olimpiade) di akhir 2021," kata Okto menegaskan.

Jangan lupa untuk follow dan subscribe akun media sosial kami di:

Raja Sapta Oktohari Perluas Jaringan demi Memperlancar Misi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

&
Artikel Asli