Sunisa Lee: Kisah Heroik Pengungsi Laos yang Sumbang Emas untuk AS di Olimpiade

indosport.com | Olahraga | Published at 30/07/2021 14:20
Sunisa Lee: Kisah Heroik Pengungsi Laos yang Sumbang Emas untuk AS di Olimpiade

INDOSPORT.COM Sunisa Lee berhasil memenangkan medali emas untuk Amerika Serikat. Perjalanan kariernya menjadi sorotan dunia karena awalnya dia merupakan pengungsi dari Laos.

Sunisa Lee, pesenam berusia 18 tahun ini diketahui mewakili AS di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang olahraga senam kategori gymnastic all-around putri.

Bertanding di Ariake Gymnastic Centre, Sunisa berhasil mendulang emas usai membukukan total 57.433 poin, mengungguli pesenam Brasil Rebeca Andrade yang meraih perak (57.298 poin) dan Angelina Melnikova dari Rusia yang merebut perunggu (57.199 poin).

Berkat torehannya itu, pesenam kelahiran Minessota tersebut pun menjadi pesenam kelima yang memenangkan emas di cabor senam lantai dalam lima edisi Olimpiade berbeda.

Sebelumnya, ada Mary Lou Retton (1984), Carly Patterson (2004), Nastia Liukin (2008), Gabby Douglas (2012) dan Simone Biles (2016).

"Rasanya sangat gila, saya benar-benar tidak berpikir saya akan berada di sini dengan medali emas. Saya tidak bisa berkata-kata, ini seperti mimpi," ungkap Sunisa, dikutip dari laman resmi Olimpiade.

Tidak ada yang menyangka, perjalanan Sunisa Lee ke Olimpiade Tokyo 2022 harus melalui jalanan terjal.

Dilansir dari Time, orang tua Sunisa Lee ternyata merupakan pengungsi beretenis Hmong yang bermigrasi dari Laos ke Amerika Serikat demi mengadu nasib.

Dibesarkan di lingkungan komunitas Hmong-Amerika, Sunisa Lee mulai menunjukkan bakat tersembunyi sebagai pesenam. Dia pun diarahkan orang tuanya berlatih senam mulai usia 6 tahun.

Usaha keras dan dorongan dari keluarnya mengantarkan Sunisa Lee debut di turnamen pertamanya. Dia tampil di turnamen senam junior bergengsi AS, US Classic pada 2016 silam.

Berkat torehan-torehan prestasi dan penampilannya yang apik, Sunisa pun dilirik oleh Federasi Senam AS, USA Gimnastic. Dia lalu diikutkan ke turnamen level senior, Kejuaraan Senam Nasional AS pada 2019.

Sunisa Lee bahkan sempat menghadapi ujian berat jelang debutnya di tim senam senior. Dia menyaksikan ayahnya lumpuh setengah badan, dari dada ke bawah, akibat jatuh dari tangga.

Meski begitu, Sunia Lee mampu tampil fokus dan berhasil merebut emas di nomor palang bertingkat dan perak di nomor all-around perorangan putri.

Bergabung dengan tim senam senior, Sunisa Lee juga belum mampu menjadi yang terbaik. Pasalnya, jagoan senam AS, Simone Biles, yang rajin mendulang prestasi di berbagai turnamen.

Kemampuan Sunisa Lee mengantarnya loloske Olimpiade Tokyo 2020. Dia pun menjadi pesenam Hmong-Amerika pertama yang mewakili AS di ajang ini.

Sayangnya, dalam persiapannya ke Olimpiade harus dihadang dengan berbagai kabar buruk. Paman dan bibinya meninggal dunia akibat COVID-19.

Kepergian dua orang terkasihnya ini menjadi pukulan berat bagi Sunisa. Pasalnya, paman dan bibinya rutin membuatkannya the herbal panas dan memijatnya setelah selesai berlatih.

Tak sampai di situ, Sunisa juga dihantam cedera yang membuat dirinya sempat terpikir untuk berhenti dari dunia senam. Namun, mental juara mendorongnya untuk bangkit kembali.

Artikel Asli