Dapat Perunggu, Rahmat Tuntaskan Mimpi Sang Ayah

rm.id | Olahraga | Published at 29/07/2021 06:10
Dapat Perunggu, Rahmat Tuntaskan Mimpi Sang Ayah

Kegelisahan Rahmat Erwin Abdullah lima hari terakhir terbayar. Putra mantan lifter Erwin Abdullah dan Ami AB ini mengukir sejarah manis pada debutnya di Olimpiade 2020 Tokyo.

Rahmat tampil bak kuda hitam. Tak diunggulkan, tetapi sukses memberi kejutan. Rahmat yang tampil terbaik di Grup B kelas 73 kg putra usai membukukan angkatan total 342 kg (snatch 152 kg dan clean & jerk 190 kg) berhak mendapatkan medali perunggu di Tokyo International Forum, Jepang, kemarin.

Medali emas didapat lifter China Shi Zhiyong yang membukukan total angkatan 364 kg (snatch 166 kg dan clean & jerk 198 kg) sekaligus menjadi rekor baru Olimpiade. Sementara perak diamankan lifter Venezuela Mayora Pernia Julio Ruben dengan total angkatan 345 kg (snatch 156 kg dan clean & jerk 190 kg).

Saya sangat bersyukur. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga saya, ayah dan ibu. Untuk seluruh masyarakat Indonesia, Kemenpora, NOC Indonesia, PB PABSI, serta semua yang sudah mendukung saya, kata Rahmat usai pertandingan.

Pemuda berusia 21 tahun ini menjelaskan, dia memang sudah berambisi meraih medali di Tokyo. Terutama sejak lifter putri Windy Cantika berhasil merebut medali perunggu di kelas 49 kg putri 24 Juli lalu atau tepat sehari setelah opening ceremony Olimpiade Tokyo.

Sudah sejak (Windy) Cantika meraih medali perunggu saya itu uring-uringan dan tertekan karena saya juga ingin mendapatkan medali. Namun, saya tidak bisa berbicara dengan siapa-siapa, kata Rahmat, yang sangat gembira dengan prestasinya di Olimpiade.

Rahmat tak sekadar menggenapi ambisi pribadi, dia juga turut mengganapi mimpi sang ayah, yakni Erwin Abdullah. Sang ayah yang kini menjadi pelatihnya dan turut mendampingi Rahmat di Tokyo pernah memiliki kesempatan tampil di Olimpiade 2004 Athena.

Namun, mimpi itu harus dikubur karena meskipun dia telah lolos kualifikasi tetapi dokter tim tidak mengizinkannya tampil karena tengah menderita cedera punggung.

Saya masih ingat terus kata- kata bapak. Mat, kamu mau rasain yang pernah bapak rasain di Olimpiade. Soalnya, bapak belum sempat bertanding. Itu selalu diulang terus sama bapak akhir-akhir ini, cerita Rahmat kepada Tim Media NOC Indonesia yang menemuinya usai pertandingan.

Saat itu, saya bilang gini. Saya mau rasain yang nggak pernah bapak alami, yakni bertanding di Olimpiade. Kini, saya tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali, kata Rahmat.

Ayah Rahmat, Erwin merupakan mantan lifter nasional. Ia sudah mendapatkan tiket Olimpiade Athena, tetapi tidak bisa bertanding karena cedera tulang punggung bagian belakang. Ayah tidak bisa bertanding di Olimpiade 2004 Athena karena waktu itu badannya sedikit tidak enak dan diperiksa dokter lalu dilarang bertanding, jelasnya.

Rahmat terinspirasi menjadi lifter angkat besi karena termotivasi kedua orang tuanya yang juga lifter nasional. Dia selalu mendengar cerita Erwin Adullah dan istrinya, Ami AB saat tampil di berbagai kejuaraan internasional. [WUR]

Artikel Asli