Siasat Suporter Indonesia Bisa Dukung Langsung Asnawi di K-League Tanpa Kena Hukuman

sindonews | Olahraga | Published at 23/07/2021 01:05
Siasat Suporter Indonesia Bisa Dukung Langsung Asnawi di K-League Tanpa Kena Hukuman

SEOUL - Totalitas suporter Indonesia dalam mendukung pemain idola tidak perlu diragukan lagi. Nyatanya, ada yang sampai nekat menonton langsung laga Liga Korea Selatan (K-League) antara Busan I Park melawan Ansan Greeners demi mendukung Asnawi Mangkualam.

Menariknya, aksi nekat ini berhasil lolos dari petugas keamanan. Walau yang datang puluhan orang, mereka bisa masuk ke dalam stadion untuk mendukung Asnawi.

Ya, baru-baru ini beredar rekaman video yang mendapatkan sorotan publik Tanah Air dan menjadi bahan pembicaraan di Korea Selatan. Isi rekaman tersebut memperlihatkan Suporter Indonesia bisa lolos dan menonton langsung pertandingan pada saat laga Busan I Park melawan Ansan Greeners, Sabtu (17/7/2021).

Ada sekitar 30 suporter Indonesia yang datang ke Stadion Gudeok pada Sabtu sore itu. Para Suporter itu datang dengan alasan untuk mendukung pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Asnawi yang bermain untuk tim tamu, Ansan Greeners.

Menurut media Korea Selatan, Sport-G, kehadiran 30 Suporter Indonesia itu sempat mengundang kontroversi. Bahkan salah satu suporter sempat mengibarkan bendera Indonesia dan berfoto bersama.

Padahal, penyelenggara K-League memiliki aturan ketat yang melarang suporter tim tamu datang ke stadion demi meminimalisasi penyebaran Covid-19. Jika atuan ini dilanggar, maka pihak tim yang bersangkutan bisa mendapat sanksi.

Namun rupanya para suporter Indonesia sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Mereka menyatakan datang untuk mendukung Asnawi yang kebetulan bermain di tim tamu, Ansan Greeners, jadi bukan sebagai suporter klub.

Sementara dalam aturan K-League, suporter lawan dilarang masuk ke stadion. Dengan begitu, otoritas K-League tidak bisa menjadikan kehadiran suporter Indonesia sebagai bukti dukungan terhadap Ansan, karena mereka mendukung Asnawi.

Selama pertandingan, mereka juga mendapat pengawasan terus menerus. Para supporter itu sama sekali tidak terpancing untuk meneriakkan yel-yel kepada tim Ansan dan bersikap murni penonton umum.

Mereka ikut memberikan sorak dan tepuk tangan jika tim Busan mendapat peluang gol, begitu pula saat tim Ansan mendpat peluang. Karena dalam aturan K-League, teriakkan atau yel-yel kepada tim tamu bisa dijadikan barang bukti.

Di jeda babak, suporter Indonesia sempat mengibarkan bendera dan berfoto bersama. Namun, mereka ditegur oleh petugas. Mereka lalu mengemasinya dan meminta agar bendera Indonesia tidak disita.

Selama pertandingan, para suporter patuh dengan terus menggunakan masker dan tidak melanggar protokol kesehatan. Dengan fakta-fakta tersebut, petugas pengawas dan keamanan stadion tidak bisa melaporkan kejadian itu dan memimnta K-League untuk menghukum Ansan Greeners karena kehadiran suporternya.

Artikel Asli