30 Suporter Indonesia Nekat Masuk Stadion untuk Nonton Asnawi, Untung Tak Dihukum

inewsid | Olahraga | Published at 22/07/2021 15:05
30 Suporter Indonesia Nekat Masuk Stadion untuk Nonton Asnawi, Untung Tak Dihukum

SEOUL, iNews.id- Puluhan suporter Indonesia nekat menonton langsung pertandingan Liga Korea Selatan (K-League) antara Busan I Park melawan Ansan Greeners. Mereka nekat melakukan itu demi menyaksikan pemain asal Indonesia, Asnawi Mangkualam.

Baru-baru ini beredar rekaman yang mendapatkan sorotan publik tanah air dan menjadi bahan pembicaraan di Korea Selatan. Isi rekaman tersebut memperlihatkan suporter Indonesia lolos dan menonton langsung pertandingan pada saat laga Busan I Park melawan Ansan Greeners, Sabtu (17/7/2021) lalu.

Ada 30 suporter Indonesia yang datang ke Stadion Gudeok pada Sabtu sore itu. Para suporter itu datang dengan alasan untuk mendukung pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Asnawi, yang bermain untuk tim tamu, Ansan Greeners.

Menurut media Korea Selatan, Sport-G, kehadiran 30 Suporter Indonesia itu sempat mengundang kontroversi. Salah satu suporter sempat mengibarkan bendera Indonesia dan berfoto bersama.

Padahal, penyelenggara K-League memiliki aturan ketat yang melarang suporter tim tamu datang ke stadion demi meminimalisasi penyebaran Covid-19. Jika atuan ini dilanggar, maka pihak tim yang bersangkutan bisa mendapat sanksi.

Namun rupanya para suporter Indonesia sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Mereka menyatakan datang untuk mendukung Asnawi yang kebetulan bermain di tim tamu, Ansan Greeners, jadi bukan datang untuk menjadi suporter klub.

Sementara dalam aturan K-League, suporter lawan dilarang masuk ke stadion. Dengan begitu, otoritas K-League tidak bisa menjadikan kehadiran suporter Indonesia sebagai bukti dukungan terhadap Ansan, karena mereka mendukung Asnawi.

Selama pertandingan, mereka juga mendapat pengawasan terus menerus, mereka sama sekali tidak terpancing untuk meneriakkan yel-yel kepada tim Ansan. Sebaliknya mereka bersikap murni penonton umum. Mereka ikut memberikan sorak dan tepuk tangan jika tim Busan mendapat peluang gol, begitu pula saat tim Ansan mendapat peluang. Karena dalam aturan K-League, teriakkan atau yel-yel kepada tim tamu bisa dijadikan barang bukti.

Di jeda babak, suporter Indonesia sempat mengibarkan bendera dan berfoto bersama, namun mereka ditegur oleh petugas. Mereka lalu mengemasinya dan meminta agar bendera Indonesia tidak disita.

Selama jalannya pertandingan, para suporter patuh dengan terus menggunakan masker dan tidak melanggar protokol kesehatan sedikitpun. Dengan fakta-fakta tersebut, petugas pengawas dan keamanan stadion tidak bisa melaporkan kejadian itu dan memimnta K-League untuk menghukum Ansan Greeners karena kehadiran suporternya.

Padahal seperti kita tahu, jika peraturean K-league seperti yang dijelaskan di atas, para suporter Indonesia ini berarti tidak melanggar satu peraturan yang berlaku.

Artikel Asli