Pelari AS Ledek Ranjang yang Terbuat dari Kardus di Wisma Atlet Olimpiade Tokyo 2020

indosport.com | Olahraga | Published at 20/07/2021 11:11
Pelari AS Ledek Ranjang yang Terbuat dari Kardus di Wisma Atlet Olimpiade Tokyo 2020

INDOSPORT.COM - Mejelang perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 yang akan dimulai 23 Juli - 8 Agustus, sejumlah persiapan telah dilakukan pihak penyelenggara ajang ini.

Namun, pesta olahraga dunia kali ini akan berbeda dengan event sebelumnya, karena akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Akomodasi bagi para atlet pun mengalami penyesuaian, termasuk tempat tidur.

Tuan rumah Olimpiade tidak akan menyediakan ranjang dengan kasur nyaman bak hotel berbintang, melainkan ranjang yang terbuat dari kardus daur ulang. Hal ini sontak menjadi bahan ledekan pelari asal Amerika Serikat (AS), Paul Chelimo.

"Ditujukan untuk menghindari keintiman di antara para atlet. Tempat tidur tidak akan mampu menahan berat satu orang untuk menghindari situasi di luar olahraga," ujarnya di akun Twitter pribadinya.

Postingannya tersebut, telah menyebar di internet, dan menghasilkan beberapa spekulasi dari para penggemar media sosial, bahwa tempat tidur tersebut dirancang dengan cara ini karena kekhawatiran tentang penyebaran Covid-19 di Olimpiade.

Diketahui bahwa atlet tenis dari tim AS Coco Gauff, telah terpapar virus Covid-19, pada Minggu lalu, dan dia tidak dapat bertarung di Olimpiade ini. Menurut Pejabat Olimpiade, pada Senin terdapat, tiga anggota tim sepakbola Afrika Selatan, serta seorang pelatih di tim Rugby telah dinyatakan positif.

Alasan di balik penggunaan kardus di tempat tidur para atlet Olimpiade Tokyo 2020, adalah guna mencegah kegiatan selain tidur. Kasur ini terbuat dari karton sehingga dapat didaur ulang menjadi produk kertas setelah Olimpiade, kata penyelenggara pada tahun 2020 ketika mereka mengumumkan rencana tersebut.

Manajer umum Olimpiade 2020 mengatakan kepada Associated Press, bahwa ranjang tersebut dapat menopang berat hingga sekitar 440 pound.

Beberapa tahun terakhir, banyak kritik yang dikatakan sejumlah orang mengenai pemborosan yang tidak perlu dengan membangun fasilitas baru yang ada di Olimpiade ini.

Artikel Asli