Alvaro Morata, Awal Dipuja tapi Endingnya Bikin Penggemar Meronta

Olahraga | sindonews | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 06:08
Alvaro Morata, Awal Dipuja tapi Endingnya Bikin Penggemar Meronta

LONDON - Kekalahan Spanyol melalui drama adu penalti melawan Italia pada laga semifinal Piala Eropa 2020 tampaknya akan menggelayuti pikiran Alvario Morata. Betapa tidak, ia awalnya dianggap sebagai pahlawan ketika mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tapi dalam drama adu penalti, Morata justru menjadi biang kerok kekalahan Timnas Spanyol. Ya, tampil sebagai penendang keempat, penyerang Juventus itu gagal mengeksekusi penalti.

Bola tendangannya mampu ditepis kiper Gianluigi Donnarumma. Alhasil, tim Matador gagal menapaki langkahnya ke final Piala Eropa 2020 setelah kalah 2-4 dari Italia melalui drama adu penalti.

Pada pertandingan semifinal ini Timnas Italia lebih dulu unggul lewat gol yang dicetak Federico Chiesa pada menit 60. Tapi 10 menit sebelum pertandingan di waktu normal usai, pemain pengganti mencetak gol penyeimbang dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Pemain pengganti yang dimaksud tersebut adalah Morata. Luis Enrique mungkin punya alasan mengapa dirinya mencadangkan pemain berusia 28 tahun tersebut.

Padahal Morata dianggap mampu memiliki koneksi pada permainan Spanyol mengingat ia paham betul gaya permainan Italia. Tetapi Enrique lebih mengandalkan dinamika Dani Olmo, Ferran Torres dan Mikel Oyarzabal yang menyebabkan masalah bagi pasangan bek tengah Italia yang sudah tua.

Namun sejumlah peluang yang tercipta membuat Enrique merasa frustrasi dan ia akhirnya menurunkan Morata. Keputusan tersebut dianggap tepat sebab penyerang tim Matador itu mampu mencetak gol penyeimbang.

"Hari ini dia (Morata) keluar dan dia memberi kami banyak hal untuk tim. Dia bahkan mencetak gol," ungkap Enrique.

Morata sukses menempatkan namanya sebagai pemain pertama yang mencetak tiga gol lebih di Piala Eropa secara beruntun. Dia melakukan sesuatu yang Fernando Torres dan David Villa tidak pernah bisa lakukan.

Hanya dua pemain yang mencetak tiga gol lebih di Piala Eropa secara beruntun. Dia adalah Morata dan Cristiano Ronaldo. Sayangnya, rekor yang baru tercipta itu seperti tak berarti apa-apa ketika tendangan penaltinya ditepis Donnarumma.

"Dia (Morata) punya masalah fisik dan ingin tampil. Saya harus memberikan selamat kepadanya atas kepribadiannya," pungkas Enrique.

Artikel Asli