Atlet Panjat Tebing Terpapar Covid-19 saat Tampil di Swiss, Kemenpora Jamin Perawatan

Olahraga | sindonews | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 03:40
Atlet Panjat Tebing Terpapar Covid-19 saat Tampil di Swiss, Kemenpora Jamin Perawatan

ZURICH - Sejumlah atlet panjat tebing Indonesia telah dikonfirmasi terpapar virus corona saat hendak pulang dari Swiss. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga , memastikan bahwa perawatan para atlet panjat tebing tersebut aman selama masa karantina meski jauh dari Tanah Air.

Semua itu berkat gerak cepat Kemenpora yang langsung menghubungi pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Swiss dan juga Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) . Langkah cepat langsung dilakukan demi memberikan rasa aman bagi para atlet yang baru saja berjuang di ajang IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss pada Sabtu 3 Juli 2021.

Seperti yang dikatakan Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, pihaknya langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss, saat mengetahui kabar adanya atlet panjang tebing yang terpapar virus corona. Gatot juga menyebutkan langsung menghubungi Ketua Umum (Ketum) FPTI, Yenny Wahid terkait permasalahan atlet panjat tebing tersebut.

"Jadi, ada yang kena (terpapar virus Covid-19) dan kami sudah konfimasi ke Federasi Panjat Tebing. Tadi malam saya sudah telepon mba Yenny, selaku Ketumnya. Kemudian saya kirim surat kepada pak Dubes di Swiss, kirim surat mohon agar pihak Kedutaan memfasilitasi masa karantina mereka," ucap Gatot saat dihubungi MNC Portal Indonesia , Selasa (6/7/2021).

Menurut pemaparan Gatot, seharusnya 16 orang yang termasuk atlet dan pelatih panjat tebing itu pulang ke Indonesia pada Senin 5 Juli 2021. Akan tetapi, saat di tes PCR, empat orang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Keempat yang terkonfimasi terpapar virus corona itu adalah tiga di antaranya atlet, yakni Alfian M. Fadjri, Vedriq Leonardo, dan Desak Made Rita. Sedangkan satunya lagi berasal dari ofisial, yakni Christina Glorya Purba.

"Harusnya kemaren itu (Senin) mereka sudah terbang pulang ke Indonesia. Tapi pada saat mau pulang, kemudian di PCR, dari 16 itu empat di antaranya terkena Covid-19. Semua akhirnya dikarantina, karena aturan di Swiss menyebutkan walaupun tidak terkena covid tapi karena berinteraksi ya harus dikarantina," tambahnya.

Gatot pun berharap kejadian serupa tak terjadi sebab nantinya yang rugi bisa jadi atlet itu sendiri ketika kurang maksimal dalam menjaga diri dari virus corona. Ia pun meminta semua orang untuk tetap waspada dari pandemi ini, karena atlet yang terlihat sehat dan sering berolahraga saja bisa terinfeksi Covid-19 tersebut.

"Ini menjadi pelajaran bagi siapa pun (terutama atlet yang hendak bertanding). Untungnya sudah selesai event-nya, acaranya dari tanggal 1-3 Juli kan, kalau belum mulai event kan repot. Ini tentu menjadi pelajaran bagi kita," lanjut Gatot.

"Ini menjadi pelajaran juga bagi kita, meskipun atlet itu (identik) selalu sehat, mereka selalu beraktifitas, berolahraga, tetapi potensi terkena covid tetap terbuka. Makanya harus berhati-hati siapa pun yang beraktifitas baik di dalam maupun di luar negeri," imbuhnya.

Terlepas dari kabar buruk itu, para atlet panjat tebing Indonesia nyatanya tampil luar biasa di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Swiss tersebut. Seperti halnya Veddriq Leonardo sukses membawa pulang medali emas dari kompetisi tersebut usai mengalahkan atlet Rusia, Dmitrii Timofeev, di final dengan catatan waktu 5,329 detik.

Artikel Asli