Loading...
Loading…
Langkah Juve Potong Gaji Pemain Akan Diikuti Klub Eropa Lainnya

Langkah Juve Potong Gaji Pemain Akan Diikuti Klub Eropa Lainnya

Olahraga | sindonews | Senin, 30 Maret 2020 - 11:45

TURIN - Pemain berada dalam kondisi tak memiliki pilihan kecuali menerima langkah klub melakukan pemotongan gaji atas hak mereka. Pemain dari klub, seperti Juventus, Atletico Madrid, Barcelona, dan beberapa tim Liga Primer, akhirnya sepakat untuk dikurangi pendapatannya.

Di Juventus, negosiasi dengan para pemainnya terkait potensi krisis keuangan yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 berjalan positif. Para pemain sepakat menerima pemotongan gaji demi membantu keuangan klub berjuluk La Vecchia Signora tersebut.

Melalui pernyataan resminya, Sabtu (28/3), Juve mengonfirmasi bahwa mereka telah mencapai kesepahaman dengan para pemain, pelatih tim utama, dan staf mengenai kompensasi yang didapatkan. Cristiano Ronaldo dkk bersama dengan manajer Maurizio Sarri dan staf dikabarkan telah setuju dikurangi gajinya pada pembayaran Maret, April, Mei, dan Juni 2020.

Perjanjian tersebut akan bernilai sekitar 90 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun. Dalam beberapa minggu mendatang, perjanjian pribadi dengan para pemain dan pelatih akan diselesaikan, seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan saat ini. Klub mengucapkan terima kasih kepada para pemain dan pelatih atas komitmen mereka di waktu yang sulit.

Namun, jika sisa pertandingan musim ini dijadwal ulang, Juve berjanji akan menegosiasikan kembali gaji skuad dan pelatihnya. Seperti diketahui, sepak bola Italia telah ditangguhkan sejak 10 Maret. Hingga Sabtu (28/3), orang yang meninggalkan akibat Covid-19 di Italia mencapai lebih dari 10 ribu jiwa.

Juve memiliki tiga pemain yang dites positif terkena Covid-19, yakni Daniele Rugani, Blaise Matuidim dan Paulo Dybala. Tetapi, semuanya dalam kondisi kesehatan. "Jika pertandingan musim ini dijadwal ulang, klub akan bernegosiasi dengan itikad baik, dengan para pemain dan pelatih meningkatkan kompensasi berdasarkan persyaratan sesuai dengan dimulainya kembali aktual dan finalisasi kompetisi resmi," bunyi pernyataan resmi Juve dilansir dailymail.

Langkah Juve tampaknya juga bakal dilakukan klub-klub Eropa lainnya, seperti Barcelona dan Atletico Madrid di Spanyol. Mereka telah mengumumkan rencana pemotongan upah sementara untuk para pemain karena tekanan keuangan dari terhentinya kompetisi akibat pandemi Covid-19.

Langkah serupa mungkin dilakukan Liga Primer, tapi mereka lebih fokus kepada pemain yang memiliki gaji besar besar. Pembicaraan sedang berlangsung dengan persatuan pemain, asosiasi pesepakbola profesional, tetapi penerima tertinggi permainan Inggris, seperti Mesut Ozil, Paul Pogba, Sergio Aguero, dan Mohamed Salah, semua akan terpotong. Apalagi tertundanya kompetisi Liga Primer yang diproyeksikan hingga 30 April atau lebih hingga akhir kompetisi sesuai jadwal semulai pada 17 Mei. Kalaupun kondisi membaik dan kompetisi dilanjutkan Juli mendatang, para pemain belum tentu berada pada bentuk terbaiknya.

Hal tersebut dituturkan penyerang Chelsea, Pedro Rodriguez. Dia mengatakan, mungkin perlu pramusim pendek untuk para pemain agar bisa menyesuaikan diri kembali ketika Liga Primer dilanjutkan setelah pandemi Covid-19. Menurut Pedro, semua pemain bisa berlatih keras di rumah, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan ritme di level tertinggi.

"Saya membayangkan harus ada pramusim yang singkat dan kemudian kami mungkin akan dengan cepat melanjutkan ke pertandingan yang tersisa untuk mencoba menyelesaikan musim, tetapi hanya jika mungkin karena ada banyak pembicaraan bahwa beberapa liga mungkin mampu menyelesaikan dan yang lainnya tidak," kata Pedro.

Pedro yang bergabung dengan Chelsea dari Barcelona pada 2015 berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga semuanya kembali normal. Maklum, sejauh ini dia tetap di Inggris selama lockdown. Sementara anak-anaknya tetap di Spanyol bersama keluarganya.

"Sulit untuk tidak melihat anak-anak Anda, orang tua Anda, saudara-saudara Anda, tidak membuat mereka dekat pada saat yang sulit dan sulit bagi kita semua. Kami melakukan kontak permanen di telepon, tetap berhubungan, dan berusaha sedekat mungkin," kata Pedro. (Alimansyah)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{