Pemkot Turunkan Tarif Sewa, Persebaya Tetap Berkandang di Stadion GBT

Olahraga | jawapos | Published at Kamis, 22 April 2021 - 12:43
Pemkot Turunkan Tarif Sewa, Persebaya Tetap Berkandang di Stadion GBT

JawaPos.com – Persebaya Surabaya dipastikan tetap bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Pihak Pemkot Surabaya menurunkan biaya tarif sewa stadion tersebut.

Awalnya, dalam hearing di DPRD Surabaya (19/4), tarif sewa baru adalah Rp 22 juta per jam. Artinya, untuk menggelar satu laga, Persebaya harus membayar Rp 444 juta. Kemarin, pembahasan dilanjutkan tim pansus DPRD Surabaya. Bagaimana hasilnya? Pihak pemkot menurunkan harga sewa menjadi Rp 11,5 juta per jam.

Mereka juga tidak mewajibkan Persebaya menyewa stadion satu hari penuh untuk menggelar laga. Durasi sewa bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jika untuk menuntaskan satu laga dibutuhkan sekitar delapan jam, Persebaya hanya butuh merogoh kocek Rp 92 juta.

”Paling ada biaya tambahan Rp 2,5 juta untuk genset jika Persebaya main malam,” kata Ketua Pansus Retribusi Pemakaian Daerah DPRD Surabaya Mahfudz.

Nah, keputusan itu sudah final. Rencananya, raperda tersebut digedok hari ini (22/4). Bagi Persebaya, keputusan itu jelas sangat menguntungkan. Sebab, angka sewa tersebut sudah sesuai dengan target awal, yakni di kisaran Rp 100 juta. Sekretaris Tim Persebaya Ram Surahman pun mengapresiasi keputusan pihak pansus.

”Kami sampaikan terima kasih kepada pansus, pemkot, dan Pak Eri Cahyadi. Karena apa yang kami sampaikan waktu hearing didengar,” jelas Ram. Bagi pihak manajemen, hasil tersebut jadi awal yang bagus antara Persebaya dan pemkot.

”Ada suasana komunikatif. Semoga ke depan Persebaya, pemkot, maupun DPRD Surabaya bisa melakukan kolaborasi yang lebih luas lagi,” tambah pria asal Benjeng, Gresik itu.

Pelatih Persebaya Aji Santoso juga lega timnya tetap berkandang di Surabaya. Awalnya, dia sempat khawatir. Sebab, jika biaya sewa masih Rp 444 juta, bisa saja Persebaya jadi tim musafir.

”Padahal, Persebaya ini kan ikon dari Kota Surabaya. Sejak kali pertama berdiri, Persebaya ini salah satu kebanggan. Jadi ya sangat hambar kalau sampai Persebaya nggak main di Surabaya,” katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Sejatinya, jika harga sewa tidak turun, opsi paling masuk akal adalah berkandang di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Untungnya, karena harga sewa diturunkan, Persebaya bisa tetap bermarkas di GBT.

Bagi Aji, hal itu bukan hanya jadi sebuah keuntungan bagi Persebaya. Tapi juga untuk Pemkot Surabaya. Sebab, Stadion GBT tidak jadi menganggur.

”Kalau kami (Persebaya, Red) tidak main di GBT, percuma ada stadion megah. Oke lah GBT dipakai untuk Piala Dunia U-20. Tapi, setelah itu mau dipakai apa? Kalau tidak ada pertandingan ya percuma ada stadion bagus,” ungkap pelatih 51 tahun itu.

Artikel Asli