Persija dan Persib Kampanyekan Respek, Rival Bukan Musuh

Olahraga | skor.id | Published at Kamis, 22 April 2021 - 02:15
Persija dan Persib Kampanyekan Respek, Rival Bukan Musuh
  • Jelang final leg pertama Piala Menpora 2021, Persija Jakarta dan Persib Bandung sepakat mengkampanyekan tagar #Respect.
  • Persija dan Persib memang memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang di persepakbolaan Tanah Air.
  • Tony Sucipto dan Budiman Yunus berbicara soal respek antara Persija dan Persib.

SKOR.ID - Jelang final leg pertama Piala Menpora 2021, Persija Jakarta dan Persib Bandung sepakat mengkampanyekan saling respek melalui tagar #Respect.

Seperti diketahui, Persija dan Persib memang memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang di persepakbolaan Tanah Air.

Bahkan, rivalitas kedua tim tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga pada kedua kelompok suporter yang memang dikenal memiliki basis yang besar di Indonesia.

Jelang final Piala Menpora 2021 yang digelar dua kali, kampanye #Respect digaungkan guna menjadikan sepak bola ke fitrahnya sebagai alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya.

Profesionalisme pemain, pelatih dalam pertandingan yang sangat menjunjung tinggi sportivitas juga harus menyasar ke segala lini, demi menghadirkan tontonan yang tidak hanya menarik tapi juga memperlihatkan persaudaraan.

Apalagi di tengah situasi penanganan Pandemi Covid-19 saat ini, sudah sejatinya semua elemen di sepak bola Tanah Air bersatu untuk memeranginya.

Persija dan Persib merupakan dua tim besar di persepakbolaan Tanah Air. Beragam prestasi telah diukir kedua tim di level nasional maupun internasional.

Sudah semestinya kedua tim yang akan tampil di final Piala Menpora 2021 ini, mempertontonkan suguhan yang menarik, berkelas, dan mengedepankan sikap respek.

Rival bukan musuh. Rival di lapangan sejatinya adalah kawan untuk berkembang bersama. Lihat bagaimana, beberapa pemain pernah berseragam kedua tim.

Budiman Yunus, Atep, Maman Abdurahman, Abanda Herman, hingga Tonny Sucipto sedikit dari contohnya.

Mereka sebagai pemain profesional, tentu tahu bagaimana memposisikan diri dan menjunjung nilai-nilai respek.

"Rivalitas Persib dan Persija sudah ada sejak kami masih bermain. Tapi itu sebatas di lapangan. Sepak bola itu alat pemersatu, bukan sebaliknya," kata asisten Pelatih Persib, Budiman Yunus.

Senada dengan seniornya tersebut, pemain serba bisa Persija, Tony Sucipto mengutarakan hal serupa. Baginya, profesionalisme merupakan hal yang tak bisa ditawar.

"Saya pemain profesional. Di mana saya bermain, di situ kemampuan terbaik akan saya berikan. Termasuk melawan Persib di final nanti," ucap Tony.

Nama pertama merupakan bagian skuad Persija saat menjuarai Liga Indonesia 2001 dan Tony, salah satu pilar penting Persib kala merajai Liga Super Indonesia 2014.

Tagar #Respect yang digaungkan kedua tim di media sosial, diharapkan bisa meredam berbagai unggahan bernada provokasi di media sosial, yang kerap terjadi sebelum, saat, dan sesudah kedua tim bertanding.

Final Piala Menpora 2021, Zainudin Amali Beri Imbauan ke Suporter Persija dan Persib

&
Artikel Asli