Loading...
Loading…
5 Fakta European Super League: Digagas 12 Klub Eropa, Ditolak FIFA hingga UEFA

5 Fakta European Super League: Digagas 12 Klub Eropa, Ditolak FIFA hingga UEFA

Olahraga | inewsid | Senin, 19 April 2021 - 11:44

MADRID, iNews.id- Sebanyak 12 klub top Eropa resmi membentuk kompetisi baru bernama European Super League atau Liga Super Eropa. Penyataan resmi pembentukan European Super League itu disampaikan salah satu klub penggagas, Real Madrid dalam laman resminya, Senin (19/4/2021).

Presiden Real Madrid Florentino Perez ditunjuk sebagai Presiden European Super League. Sedangkan Presiden Juventus Andrea Agnelli dan pemilik Manchester United, Joel Glazer sebagai wakilnya.

Kami akan membantu sepak bola di semua level dan memposisikannya di tempat yang selayaknya di dunia. Sepak bola adalah satu-satunya olahraga global di dunia dengan lebih dari 4 miliar pengikut dan, sebagai klub besar, tugas kami adalah memenuhi permintaan para penggemar," kata Florentino Perez dalam pernyataan resmi soal European Super League.

Berikut 5 fakta terbentuknya European Super League:

1. Digagas oleh 12 klub top Eropa

Wacana membentuk kompetisi European Super League itu sudah berhembus sejak lama. Ada dua belas klub yang menjadi inisiator.

Akhirnya, pada Senin (19/4/2021), European Super League diresmikan. Dua belas klub itu ialahAC Milan, Arsenal FC, Atletico Madrid, Chelsea FC, FC Barcelona, FC Internazionale Milano, Juventus FC, Liverpool FC, Manchester City, Manchester United, Real Madrid CF dan Tottenham Hotspur.

"Dua belas klub sepak bola top Eropa hari ini mengumumkan bahwa mereka telah setuju untuk membentuk kompetisi baru, Liga Super, yang diatur oleh Klub Pendiri mereka," kata penyataan tersebut.

2. Dibentuk untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas sepak bola Eropa

Sebanyak dua belas klub penggagas European Super League mengaku sudah membahas rencana itu sejak lama. European Super League ini bertujuan mempercepat kestabilan ekonomi sepak bola Eropa saat ini.

Selain itu, European Super League juga dinilai bisa meningkatkan kualitas kompetisi di benua Eropa. Terlebih dengan adanya pandemi saat ini, diperlukan visi strategis dan pendekatan komersial agar kompetisi Eropa maju secara finansial dan kualitas.

"Pandemi telah menunjukkan bahwa visi strategis dan pendekatan komersial diperlukan untuk meningkatkan nilai dan dukungan demi kepentingan piramida sepak bola secara keseluruhan. Selama beberapa bulan terakhir, telah dilakukan konsultasi intensif dengan badan pengatur tentang format kompetisi Eropa di masa mendatang. Klub pendiri percaya bahwa solusi yang diajukan oleh regulator tidak menyelesaikan masalah mendasar, yaitu kebutuhan untuk menawarkan pertandingan berkualitas lebih tinggi dan untuk mendapatkan sumber daya keuangan tambahan untuk seluruh dunia sepak bola," kata penyataan itu.

3. Akan diikuti 20 klub dengan format dua grup

Sebanyak 20 klub akan berpartisipasi, 15 klub pendiri dan lima tim tambahan yang memenuhi syarat setiap tahun berdasarkan penampilan musim sebelumnya.

Semua pertandingan akan dimainkan pertengahan pekan, Semua klub yang berpatisipasi tetap bis bersaing di liga domestik masing-masing, mempertahankan jadwal tradisional sudah menjadi kebiasaan klub.

Musim akan dimulai pada bulan Agustus dengan klub yang berpartisipasi dalam dua grup yang terdiri dari sepuluh klub dengan format pertandingan kandang dan tandang. Tiga teratas di setiap grup secara otomatis akan lolos ke perempat final.

Tim yang finis keempat dan kelima akan memainkan playoff dua leg. Kemudian babak perempat final dan seterusnya dimainkan dua leg. Lalu final dimainkan sebagai pertandingan tunggal pada akhir Mei di tempat netral.

4. Ditolak UEFA, FIFA, operator Liga Inggris, Liga Spanyol, hingga Liga Italia

UEFA bersama Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Inggris (FA), dan Italia (FIGC) tegas menolak keras kompetisi itu. Mereka menilai kompetisi hanya untuk kepentingan pribadi.

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami -UEFA, FA Inggris, RFEF, FIGC, Liga Premier, LaLiga, Lega Serie A, tentu juga FIFA dan semua asosiasi anggota kami- akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk menghentikan proyek ini. Sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya," kata UEFA dalam laman resminya.

5. Klub hingga pemain yang terlibat bakal disanksi berat oleh UEFA

Sanksi yang akan diberikan UEFA ialah klub yang terlibat di kompetisi European Super League bakal dilarang mengikuti kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa, bahkan dunia. Kemudian, para pemain yang terlibat dilarang bermain untuk timnas.

Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam Federasi Sepakbola, klub-klub yang terlibat (dalam pembentukan Liga Super Eropa) akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia. Para pemain juga dapat ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka, kata penyataan UEFA.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{