Gunung Semeru 30 Kali Erupsi dalam 6 Jam, Status Masih Siaga
JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat mengalami 30 kali erupsi, selama periode pengamatan Kamis (8/10/2026) pukul 00.00-06.00 WIB. Hingga kini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), 30 kali erupsi tersebut memiliki amplitudo 12-23 milimeter dengan durasi 60-167 detik.
Selain erupsi, PVMBG mencatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 65 detik. Kemudian, tercatat empat kali tremor harmonik dengan amplitudo 6-11 milimeter dan durasi 136-442 detik.
Secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Sementara itu, asap kawah maupun letusan asap tidak teramati.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Mencekam! Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Badan Geologi Ungkap Potensi Letusan Masih Tinggi
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” imbau PVMBG.
Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Kewaspadaan terutama diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.










