Ini Jurus BP Tapera Kejar Target FLPP 350.000 Unit di 2026
JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membeberkan strategi agar meningkatkan penyaluran KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) 2026.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan untuk mengejar tiga bulan tersisa di 2026 saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak. Di mana realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai 160.070 unit atau sebesar 45,73 persen, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.
“Jadi berdasarkan data kami, terdapat potensi data demand atau peminatan sebanyak 48.679 unit. Apabila hal tersebut tercapai, maka total capaian dapat mencapai 208.749 unit,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Melihat tantangan realisasi tersebut, BP Tapera menyatakan telah memetakan supply (ketersediaan hunian) dan demand (peminatan) bersama mitra kerja, masih terdapat surplus untuk ketersediaan huniannya.
Data tersebut berasal dari sistem yang dimiliki BP Tapera yang bersumber dari para pelaku bisnis yang merupakan kombinasi antara kavling, booking, dan ready stock.
Selain strategi itu, dalam rangka mengejar target, saat ini BP Tapera melihat calon debitur fix income seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh dengan pendapatan tetap memiliki potensi yang lebih besar untuk lolos uji verifikasi di perbankan.
Melalui pemetaan wilayah berpotensi di sisi peminatan, komitmen pendanaan pada bank penyalur, hingga kolaborasi yang massif dalam kurun waktu tiga bulan ini, Heru menuturlam BP Tapera bersama mitra kerjanya akan berupaya semaksimal mungkin.
"Kita juga melihat dari sisi supply, ready stock yang dilaporkan oleh pengembang juga perlu juga untuk dikejar. Termasuk dengan Rumah Susun yang diimbangi dengan permintaan,” katanya.
Heru juga mengoptimalkan akhir tahun 2026, perlu meningkatkan kolaborasi data yang lebih intensif antara data pengembang, bank penyalur, serta data yang diolah oleh BP Tapera, sehingga mengurangi gap dan meningkatkan realisasi.
Dia menambahkan soal perbandingan capaian FLPP dengan tahun lalu, Heru juga sampaikan jika melihat secara on year per bulan, maka capaian tahun ini menunjukkan pertumbuhan.
“Realisasi tahun 2025 pada dasarnya juga didorong keterbatasan kuota pada tahun 2024. Realisasi tersebut memperoleh carry over dari tahun sebelumnya,” tutupnya.









