Rhoma Irama Meriahkan Pestapora, Penonton Hanyut dalam Nostalgia
JAKARTA - Suara riuh dan semangat membakar area Pestapora saat jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sang Raja Dangdut, Rhoma Irama, naik ke atas panggung dan menyapa ribuan penonton yang telah setia menunggunya sejak setengah jam sebelumnya.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (26/9/2026), lantunan irama intro dari lagu “Apa Kabar” langsung bergema, menyihir para penikmat musik yang tanpa ragu merapatkan barisan dan menggoyangkan badan mengikuti ritme dangdut klasik nan legendaris.
Kehadiran Rhoma Irama bersama Soneta Group terbukti berhasil menyatukan ragam usia. Tidak hanya kalangan orang tua yang ingin bernostalgia, area panggung juga dipadati deretan anak muda yang tampil antusias mengapresiasi musik dangdut.
Teriakan hormat seperti "Bang Haji!" bersahut-sahutan di antara tepuk tangan meriah yang bergemuruh menyambut sapaan sang Raja Dangdut.
Rhoma Irama dan Soneta Group tampil memikat dengan kostum serba kuning pada jajaran depan formasi, serta sang Raja Dangdut yang mengenakan aksen rumbai selendang, gaya panggung Soneta serta petikan gitar buntung khas sang Raja Dangdut menjadi magnet utama yang menyedot perhatian seluruh mata di arena.
Tanpa membiarkan suasana mereda, Rhoma Irama langsung menghentak lewat tembang kedua berjudul "Suara Gendang". Bersama koreografi khas Soneta, panggung seolah dibanjiri energi positif yang membuat penonton kian heboh bergoyang.
Sorak chant "eee aaa" mengudara di selingi aksi sing along massal. Momen kebersamaan semakin hangat ketika sang Raja Dangdut menyerukan ajakan dari sebuah penggalan lirik lagu tersebut.
"Indonesia berdangdut, Indonesia bergoyang," yang disambut sahutan kompak oleh seluruh pengunjung dengan lirik yang sama.
Atmosfer semakin terasa saat deretan tembang hits dibawakan secara beruntun tanpa jeda. Lagu "Malam Minggu" sukses membuat pengunjung bernyanyi bersama, disusul lagu "Tabir Kepalsuan" yang memicu gemuruh antusiasme.
Suasana kian energik saat tembang populer "Gala-Gala" dilantunkan, memancing ribuan pasang kaki untuk terus bergerak mengikuti alunan musik. Penampilan Rhoma Irama makin memesona kala membawakan lagu "Badai Fitnah".
Kemeriahan pecah tak terkendali sewaktu intro lagu ikonik "Bujangan" berkumandang. Baik penonton muda maupun tua berjingkrak bersama menyuarakan lirik reff yang sangat familier dari lagu tersebut.
“Katanya enak menjadi bujangan, kemana-mana tak ada yang larang. Hidup terasa ringan tanpa beban, uang belanja tak jadi pikiran, oh bujangan…,” demikian lirik reff yang dinyanyikan serentak oleh penonton.
Atmosfer nostalgia berlanjut lewat tembang "1001 Macam" yang memicu goyangan dan sorakan penonton, dilanjutkan lagu legendaris "Gali Lobang Tutup Lobang" yang kembali mendapat sambutan amat meriah.
Puncak keseruan terjadi ketika intro lagu "Kata Pujangga” atau yang populer dengan lirik "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga" mulai dimainkan. Seluruh penonton bergoyang dan bersorak memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
Walau lagu tersebut diproyeksikan sebagai penutup, ribuan penonton yang belum puas enggan berpisah dan kompak menyerukan permintaan tambah. Teriakan "Lagi Pak Haji, lagi lagi lagi!" membahana di seluruh sudut panggung.
Menjawab kerinduan dan kecintaan para penggemarnya, sang Raja Dangdut akhirnya kembali membawakan satu lagu pemungkas berjudul “Nafsu Serakah”. Penampilan penutup tersebut menjadi pembungkus manis yang menyempurnakan aksi panggung penuh daya pikat dari Rhoma Irama di Pestapora.



