Ikrar Setia di Puncak Jaya, 4 Anggota OPM Serahkan Senjata ke TNI

Ikrar Setia di Puncak Jaya, 4 Anggota OPM Serahkan Senjata ke TNI

Berita Utama | okezone | Minggu, 27 September 2026 - 14:35
share

JAKARTA — Empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara resmi menyerahkan empat pucuk senjata api kepada TNI sebagai bagian dari proses reintegrasi dan komitmen kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prosesi penyerahan senjata dan ikrar setia ini berlangsung khidmat dalam Upacara Reintegrasi Nasional yang digelar di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Papua Tengah, Sabtu (26/9/2026). Senjata tersebut diserahkan langsung kepada Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T.

Keempat mantan anggota OPM tersebut adalah Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Dalam upacara tersebut, mereka secara tegas membacakan ikrar penyerahan diri, mencium Bendera Merah Putih, serta menyerahkan persenjataan yang selama ini mereka kuasai.

Senjata yang diserahkan terdiri dari satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR, dan satu pistol Combat kaliber 9 mm. Seluruh senjata selanjutnya diamankan dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan apresiasi atas keputusan keempat anggota tersebut untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Secara terpisah, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyambut baik keputusan tersebut dan mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih memilih jalan kekerasan untuk mengambil langkah serupa dengan kembali kepada keluarga dan masyarakat.

“Kami mengajak mereka yang masih memilih jalan kekerasan untuk berani mengambil langkah yang sama, meletakkan senjata, kembali kepada keluarga dan masyarakat, serta bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Topik Menarik