Kapal dari Tanzania Menuju Kongo Terbalik, 41 Penumpang Tewas

Kapal dari Tanzania Menuju Kongo Terbalik, 41 Penumpang Tewas

Terkini | okezone | Jum'at, 25 September 2026 - 08:23
share

JAKARTA - Sedikitnya 41 orang tewas setelah sebuah kapal terbalik di Danau Tanganyika, Republik Demokratik Kongo (DRC), Kamis 24 September 2026.

Sebanyak 49 penumpang berhasil diselamatkan. Sementara itu, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap penumpang lain yang diduga masih hilang.

Dilansir dari Aljazeera, Jumat (25/9/2026). Menteri Transportasi Provinsi Tanganyika, Norris Mulongoyi, mengatakan kapal tersebut membawa sekitar 100 orang beserta muatan ketika terbalik di dekat Desa Mapera, Kongo.

Kapal itu diketahui berlayar dari Pelabuhan Kigoma, Tanzania, menuju Kota Kalemie di DRC. Kapal kemudian terbalik saat berada di perairan Danau Tanganyika.

Seorang korban selamat bernama Annie Moyoni mengatakan kepada Radio Okapi bahwa para penumpang terbangun sekitar pukul 01.00 waktu setempat setelah merasakan kapal mulai miring ke satu sisi.

Hingga kini, penyebab kapal terbalik belum diketahui. Operasi pencarian dan penyelamatan masih dilakukan untuk menemukan penumpang yang belum diketahui keberadaannya.

 

Kecelakaan kapal bukan kali pertama terjadi di DRC. Menurut laporan Associated Press, ratusan orang telah tewas dalam sejumlah kecelakaan kapal di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Kapal yang beroperasi di wilayah DRC juga kerap menghadapi persoalan keselamatan, termasuk kelebihan muatan dan minimnya penggunaan jaket pelampung. Bagi sebagian masyarakat DRC, transportasi air menjadi salah satu moda perjalanan yang paling terjangkau karena keterbatasan infrastruktur darat.

Tragedi di Danau Tanganyika ini juga menjadi kecelakaan kapal kedua di rute Kigoma-Kalemie dalam waktu kurang dari sebulan.

Pada 28 Agustus 2026, kapal Kongo MV Pacifique terbakar dan meledak di Pelabuhan Kigoma saat tengah memuat bahan bakar. Enam awak kapal tewas dalam insiden tersebut, sementara satu orang lainnya dilaporkan hilang.

Sebelumnya, pada Juli 2026, sedikitnya 20 orang tewas setelah sebuah kapal kayu yang membawa pelajar yang baru menyelesaikan ujian negara tenggelam di wilayah tengah DRC.
 

Topik Menarik