Momen Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau 2 Posko Pengungsian Gempa NTT, Hibur Anak-Anak hingga Bawa Bantuan

Momen Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau 2 Posko Pengungsian Gempa NTT, Hibur Anak-Anak hingga Bawa Bantuan

Berita Utama | okezone | Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:21
share

NTT - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau dua posko pengungsian korban bencana alam gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peninjauan pertama dilaksanakan di posko pengungsian Barang Kolong, Kabupaten Manggarai. Kemudian, peninjauan dilakukan di Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026).

Dalam peninjauan di kedua lokasi tersebut, Kapolri dan Titiek membawa sejumlah bantuan yang sangat diperlukan masyarakat korban bencana.

 

Mereka juga menyerap aspirasi korban terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan. Selain itu, disiapkan personel kepolisian serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penanganan bencana.

Kapolri dan Titiek juga menghibur anak-anak yang menjadi korban bencana alam tersebut. Mereka turut menyiapkan hadiah untuk anak-anak tersebut. Sigit menegaskan, jajarannya bakal memastikan seluruh penanganan bencana alam di NTT berjalan optimal dan maksimal. Menurutnya, hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat," ujar Sigit.

Sigit memaparkan, berdasarkan data sementara, bencana ini telah mengakibatkan korban sebanyak 1.245 orang, terdiri dari 67 orang meninggal dunia, 509 luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sementara itu, terdapat sekitar 27.700 masyarakat yang mengungsi di 107 titik pengungsian.

"Saat ini, sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau. Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi," ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan Polri telah mendirikan delapan posko sebagai pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat terdampak. Posko tersebut juga digunakan untuk menginventarisasi berbagai kebutuhan yang berkembang di lapangan.

"Selain itu, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran, berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut akan terus kami dorong sesuai hasil evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah," ucap Sigit.

Untuk memperkuat penanganan, Polri telah mengerahkan 236 personel BKO ke NTT dengan berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan.

"Kami juga menyiapkan sarana angkut udara berupa pesawat Beechcraft, pesawat CN, serta helikopter untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, sekaligus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat," tutur Sigit.

Terkait penanganan bencana, Sigit menyebut Polri akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap.

"Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita semua berdoa agar kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," papar Sigit.

Sementara itu, Titiek Soeharto menyebut peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung apa saja yang masih dibutuhkan masyarakat. Karena bencana ini baru terjadi, tentunya proses pemenuhan kebutuhan masih terus berjalan.

"Tadi kami melihat masih terdapat beberapa kebutuhan yang perlu segera dilengkapi, seperti MCK, tempat tinggal sementara, perlengkapan pengungsian maupun kebutuhan dasar lainnya. Hal-hal tersebut akan terus kita koordinasikan agar dapat segera dipenuhi," katanya.

Ia pun mengapresiasi Polri dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak cepat melakukan penanganan bencana alam gempa bumi di NTT.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri yang telah bergerak cepat dalam membantu masyarakat terdampak. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, BNPB, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, relawan serta seluruh pihak yang telah bekerja bersama-sama dalam penanganan bencana ini," pungkasnya.

Topik Menarik