Trump Ancam Bom Oman Jika Ikut Campur dalam Negosiasi dengan Iran

Trump Ancam Bom Oman Jika Ikut Campur dalam Negosiasi dengan Iran

Berita Utama | okezone | Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:58
share

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara itu mencampuri negosiasi AS-Iran. Trump menyatakan bahwa Washington menjalin kontak langsung dengan para pejabat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

"Jika Oman menghalang-halangi, kami akan membombardir mereka habis-habisan," ujar Trump kepada Fox News pada Senin (17/8/2026), saat ditanya mengenai peran Oman dalam negosiasi yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz.

Pada Sabtu (15/8/2026), Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai peta rute pelayaran untuk Selat Hormuz setelah melalui negosiasi teknis selama berminggu-minggu.

Beralih membahas Iran, Trump mengatakan bahwa Teheran sebaiknya mengibarkan "bendera putih tanda menyerah," seraya menambahkan: "Mereka pemain poker yang hebat, tetapi mereka sedang sekarat."

Ia juga mengonfirmasi bahwa Washington memiliki jalur komunikasi tidak resmi (backchannel) dengan IRGC.

"Kami memiliki jalur komunikasi tidak resmi dengan IRGC. Kami berbicara langsung dengan para pejabat IRGC di Iran," kata Trump, sebagaimana dilansir Anadolu.

IRGC kemudian membantah terlibat dalam pembicaraan dengan AS. Namun, para pejabat Iran mengatakan pada Senin bahwa mereka hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Oman mengenai pengiriman melalui Selat Hormuz.

 

Sementara itu, Memorandum of Understanding (MoU) 60 hari antara Iran dan AS untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut guna mencapai kesepakatan akhir berakhir pada Senin.

Oman, yang mengaku sebagai negara netral dalam konflik ini, telah mengalami sejumlah serangan dari Iran sejak konflik tersebut pecah. Namun, kini mereka berperan dalam negosiasi dengan Iran untuk membuka kembali selat tersebut.

Sejak AS dan Israel menyerang Iran pada bulan Februari, Teheran telah memblokir sebagian besar jalur air penting tersebut – yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia. Pembukaan kembali telah menjadi poin utama diskusi.

Topik Menarik