Keiko Fujimori Dilantik Sebagai Presiden Baru Peru
LIMA - Pemimpin konservatif Keiko Fujimori dilantik sebagai Presiden baru Peru setelah memenangkan pemilihan presiden putaran kedua pada bulan Juni dengan selisih kurang dari 50.000 suara. Kemenangan Fujimori menandai pergeseran pemerintahan Peru dan kawasan Amerika Latin secara lebih luas, ke arah yang lebih konservatif.
Dengan upacara yang digelar pada Selasa, (28/7/2026) Fujimori, seorang kandidat presiden empat kali dan pemimpin partai politik terbesar, resmi menjabat sebagai Presiden kesembilan Peru dalam satu dekade. Wanita berusia 51 tahun ini berharap dapat menstabilkan politik Peru yang bergejolak, mengurangi kejahatan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Selama dekade terakhir, hanya tiga Presiden Peru yang terpilih melalui pemilihan umum. Sisanya menjabat setelah pendahulu mereka mengundurkan diri atau dicopot oleh kongres di tengah protes atau skandal korupsi.
Partai Kekuatan Rakyat pimpinan Fujimori dan sekutu utamanya, Pembaruan Rakyat, akan memegang setengah dari kursi Senat setelah legislatif baru dilantik, sehingga menyulitkan anggota parlemen oposisi untuk mencoba menggulingkannya sebagai Presiden.
Ia adalah putri dari mantan Presiden Alberto Fujimori, yang memimpin negara itu pada tahun 1990-an dan menstabilkan ekonominya sambil mengalahkan kelompok-kelompok teror, tetapi kemudian dipenjara karena pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di bawah pemerintahannya oleh militer Peru ketika pemerintahannya mengambil arah otoriter. Ia diampuni pada Desember 2023 dan meninggal pada September tahun berikutnya.
Dilansir BBC, sejumlah pejabat asing hadir pada pelantikannya di Lima - di antaranya presiden sayap kanan Argentina, Ekuador, dan Chile.
Pada Juni, ia mengalahkan saingannya dari sayap kiri, Roberto Sánchez, dalam pemilihan presiden putaran kedua yang sangat ketat pada upaya keempatnya untuk memenangkan jabatan tersebut.
Selama kampanyenya, Keiko Fujimori berjanji untuk memerangi kejahatan dengan "tangan besi," menerapkan beberapa kebijakan yang diadopsi oleh Presiden El Salvador Nayib Bukele, dan juga membangun penjara raksasa yang meniru penjara Cecot yang terkenal di El Salvador.
Untuk menjamin keselamatan para hakim, ia mengatakan akan menerapkan reformasi untuk memungkinkan mereka menyembunyikan identitas mereka saat mengawasi persidangan kriminal.
Ia juga mengatakan akan menata ulang layanan sosial untuk memerangi kekurangan gizi di komunitas pedesaan dan mengumumkan kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen.
Fujimori mengatakan bahwa militer negara akan "sementara" memimpin operasi keamanan di daerah yang dilanda kejahatan. Dan ia juga mengatakan akan fokus pada persiapan negara Amerika Selatan tersebut untuk menghadapi El Nino terbaru, pola cuaca yang menghangatkan suhu laut dan sering menyebabkan banjir di sepanjang pantai Peru.
Terlepas dari gesekan politik, Peru tetap menjadi salah satu ekonomi paling stabil di Amerika Latin. Bank sentralnya telah lama mempertahankan suku bunga acuan di bawah 5 persen, dan pemerintah dikenal karena pendekatan konservatif terhadap pengeluaran publik.
Namun, para kritikus menunjukkan kesenjangan yang semakin besar dalam standar hidup antara daerah pesisir dan komunitas di dataran tinggi Andes.








