Moms, Simak Yuk Cara Mengenalkan Kompetisi pada Anak!

Moms, Simak Yuk Cara Mengenalkan Kompetisi pada Anak!

Terkini | okezone | Senin, 27 Juli 2026 - 12:01
share

JAKARTA - Kompetisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masa kanak-kanak. Manfaatnya pun baik untuk psikologis anak di masa depan. Bahkan, anak yang terlatih dalam berbagai kompetisi akan mampu mengatasi beberapa hambatan emosional yang nantinya akan muncul.

Nah, sebagai orang tua tentu perlu melatih daya kompetisi anak agar ia bisa bersaing dengan sehat dalam lingkungannya. Yuk, Moms, sebelum tahu bagaimana caranya mengenalkan kompetisi pada anak, kenali dulu manfaat kompetisi.

Manfaat Kompetisi bagi Anak

Melansir Child Psychologist, berikut beberapa manfaat kompetisi.

  • Asah Keterampilan Sosial: Anak belajar kerja sama tim, pemecahan masalah, dan cara bersosialisasi.
  • Perkembangan Otak dan Motorik: Membantu fungsi kognitif dan koordinasi gerak tubuh.
  • Paham Arti Usaha: Anak belajar bahwa kompetisi itu hal yang wajar dan usaha keras bisa membuahkan hasil.
  • Bangkitkan Motivasi: Bikin anak lebih bersemangat melakukan aktivitas lain.
  • Latih Rasa Percaya Diri: Belajar menerima kekalahan sekaligus menghargai kemenangan.
  • Menjaga Suasana Hati (Mood): Membantu mencegah rasa cemas atau stres.
  • Saluran Aktivitas Positif: Mengurangi risiko anak terjerumus ke perilaku berbahaya karena punya wadah berekspresi.

Cara Mengenalkan Kompetisi yang Sehat

1. Ubah Ekspektasi

Arahkan kompetisi sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan beban. Fokus pada pencapaian pribadi anak (personal best), bukan sekadar menang atau kalah.

Moms bisa menggunakan kalimat, "Keren banget, hari ini kamu mainnya makin kompak!" atau "Bisa berenang lebih jauh dari minggu lalu itu kemajuan bagus!"

2. Lakukan Visualisasi (Mental Imagery)

Ajak anak membayangkan kompetisi alur sebelum mulai. Misalnya, dalam kompetisi olahraga lari, membayangkan momen saat mengambil napas dalam-dalam, bersiap di garis awal, lalu berlari dengan lancar. Ini membantu mengurangi rasa gugup.

3. Cek Diri dan Gunakan Positive Self-Talk

Bantu anak menyadari gejala cemas, seperti jantung berdebar atau napas pendek, atau gejala lainnya sesuai dengan kompetisi yang akan diikuti.

Selain itu, Moms juga bisa membantu anak dengan mengubah pola pikirnya. Dukung anak mengganti pikiran negatif, seperti “Aku pasti kalah" menjadi kalimat penyemangat, "Aku sudah latihan maksimal dan bakal coba yang terbaik".

4. Beri Obrolan Penyemangat yang Positif

Sebelum memulai kompetisi, ucapkan kata-kata motivasi sebelum tanding yang berfokus pada peningkatan performa dan rasa kebersamaan tim, bukan membebankan target kemenangan.

Topik Menarik