Ketua Kadin Anindya Temui Menko Airlangga, Bahas Ekspor hingga Investasi RI

Ketua Kadin Anindya Temui Menko Airlangga, Bahas Ekspor hingga Investasi RI

Ekonomi | okezone | Jum'at, 24 Juli 2026 - 17:23
share

JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pertemuan tersebut membahas kinerja ekspor serta upaya memperbaiki iklim investasi nasional.

Anindya menyampaikan gagasannya melalui pengenalan inisiatif buku strategis berjudul 'We Buy from Indonesia' sebagai instrumen pemasaran untuk mendorong ekspor komoditas nonmigas dan produk UMKM. Penyerahan buku tersebut kepada Airlangga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi strategis antara Kadin, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

Dia menekankan nilai ekspor Indonesia yang mencapai sekitar USD300 miliar, dengan sekitar USD60 miliar di antaranya berasal dari komoditas seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Sementara itu, sekitar USD240 miliar lainnya berasal dari berbagai sektor, termasuk UMKM, tekstil, sepatu, hingga garmen.

"Kami meminta masukan dan mohon dukungan untuk produk kita kepada Pak Menko Airlangga, yaitu buku We Buy from Indonesia sebagai alat marketing dan inspirasi untuk meningkatkan perdagangan," ujar pria yang akrab disapa Anin itu, usai pertemuan dengan Airlangga di Rumah Dinas Widya Chandra, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Anindya menjelaskan, buku interaktif tersebut didukung integrasi teknologi digital untuk memetakan keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai pasok global.

Melalui pemetaan tersebut, masyarakat dapat melihat kontribusi manufaktur lokal terhadap berbagai merek dan produk ternama di tingkat internasional.

"Kita mempunyai teknologi untuk melihat lebih jauh komponen produk. Pada edisi pertama ini tercatat ada 80 produk internasional yang komponennya dibuat di Indonesia, seperti Tesla, Airbus, Uniqlo, IKEA, Panasonic, Goodyear, hingga animasi. Kita ingin menggalakkan generasi penerus untuk menggiatkan perdagangan karena kalau perdagangannya maju, pasti orang mau berinvestasi," terang Anindya.

Penguatan arus perdagangan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi asing dan mempercepat proses industrialisasi di dalam negeri. Kadin berencana meluncurkan buku tersebut secara resmi pada bulan mendatang sebagai panduan dalam setiap perundingan kerja sama ekonomi internasional.

"Kalau berinvestasi, industrialisasinya terjadi dan semua komponen kecil ini memiliki nilai tambah karena diproses di Indonesia. Kami berencana meluncurkan ini pada 8 Agustus mendatang sebagai kontribusi Kadin agar saat kita menjalin free trade agreement atau CEPA ke luar negeri, ada wujud nyata pengejawantahannya," urai Anin.

Topik Menarik