AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata

AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata

Berita Utama | okezone | Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:10
share

IRAN - Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketujuh berturut-turut sejak Presiden Donald Trump menyatakan perjanjian gencatan senjata sementara telah berakhir.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X, Komando Pusat AS (Centcom) menyebut operasi militer kali ini menyasar sejumlah fasilitas strategis milik Iran, melansir BBC, Sabtu (18/7/2026).

Pasukan AS, menurut Centcom, "menyerang lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim".

 

Serangan tersebut dibalas Iran dengan mengklaim telah menargetkan sejumlah sekutu AS di kawasan, termasuk Kuwait. Militer Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya telah "menghadapi serangan rudal dan drone musuh" setelah terjadi "agresi Iran".

Sementara itu, militer Yordania mengungkapkan pihaknya berhasil mencegat 10 rudal Iran yang melintas di wilayah udaranya pada malam hari. Tidak ada laporan kerusakan akibat insiden tersebut.

Centcom menyebut operasi militernya berakhir sekitar pukul 21.30 ET (02.30 BST) setelah berlangsung selama beberapa jam. "Pasukan AS mengerahkan pesawat tempur, drone udara, dan kapal perang di samping aset lainnya," demikian pernyataan tersebut.

Di tengah meningkatnya eskalasi, kantor berita Fars milik pemerintah Iran melaporkan dua kapal tanker minyak "meledak dan terbakar saat melewati jalur yang dipenuhi ranjau di selatan Selat Hormuz". Namun, Centcom langsung membantah laporan itu melalui akun X dengan menyatakan, "Seperti kebanyakan klaim IRGC, ini salah."

Ketegangan antara AS dan Iran juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis yang selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia itu dilaporkan sebagian besar terhenti akibat saling serang yang terus berlanjut.

Media pemerintah Iran turut melaporkan adanya ledakan di Kota Yazd, Iran bagian tengah, serta di Pulau Qeshm dan Pelabuhan Bandar Abbas yang berada di dekat Selat Hormuz.

Pada Jumat, angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk, yakni di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan untuk pertama kalinya di Suriah. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pemerintah AS.

Sebelumnya, pejabat Kuwait mengatakan serangan pesawat nirawak Iran menyebabkan sejumlah tentaranya terluka. Selain itu, sebuah pembangkit listrik dan stasiun desalinasi air juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara itu, sumber yang dikutip CBS News, mitra BBC di Amerika Serikat, menyebut beberapa personel militer AS mengalami luka-luka akibat serangan Iran terhadap dua pangkalan militer di Yordania selama sepekan terakhir.

Di sisi lain, Washington membantah tuduhan Teheran yang menyebut pasukan AS menyerang infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan, stasiun kereta api, dan bandara. Meski demikian, otoritas Provinsi Hormozgan menyatakan sedikitnya tujuh orang tewas akibat serangan tersebut.

BBC Verify dan BBC Persian telah memverifikasi rekaman kerusakan di Jembatan Gariveh. Video yang direkam pada malam hari memperlihatkan bola api di atas jembatan tersebut. Sementara itu, gambar yang diambil pada siang hari menunjukkan ruas jalan yang hancur dengan puing-puing berserakan di sekitar jembatan yang rusak.

Menanggapi tudingan Iran, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada BBC bahwa AS "telah melakukan serangan secara eksklusif terhadap target militer, termasuk infrastruktur logistik militer".

Topik Menarik