POJ dan TOP Bersinergi Tambah Armada Ride Hailing, Buka Peluang Barubagi Mitra Driver

POJ dan TOP Bersinergi Tambah Armada Ride Hailing, Buka Peluang Barubagi Mitra Driver

Ekonomi | okezone | Jum'at, 10 Juli 2026 - 16:29
share

JAKARTA – PT Pesonna Optima Jasa (POJ), perusahaan cucu dari Pegadaian, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Trans Optima Perkasa (TOP). Kolaborasi ini guna memperluas akses kepemilikan dan penyewaan kendaraan bagi mitra pengemudi layanan ride-hailing. Sebagai langkah awal komitmen bersama, kedua perusahaan melakukan serah terima 250 unit kendaraan siap pakai yang akan langsung dialokasikan untuk memperkuat operasional mitra driver Gojek.

Langkah tersebut tidak hanya menjadi solusi mobilitas, melainkan manifestasi nyata dari kontribusi korporasi dalam menciptakan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan. Selain itu, juga untuk mendukung agenda nasional pengurangan emisi karbon melalui adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Dari total kendaraan yang diserahkan, sebanyak 200 unit merupakan kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) berbahan bakar bensin, sementara 50 unit lainnya merupakan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Kehadiran armada listrik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Direktur PT POJ, Ferry Hariawan, menegaskan bahwa kemitraan dengan TOP ini merupakan jangkar strategis untuk memperkuat ekosistem transportasi urban sekaligus memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat produktif.

“Melalui kerja sama ini, ada satu dampak sosial utama yang langsung kita sasar, yaitu menekan angka pengangguran. Mobil-mobil ini disewakan secara kompetitif kepada para mitra driver perusahaan ride-hailing, khususnya mitra Gojek, sehingga mereka bisa langsung produktif tanpa terkendala modal awal pembelian kendaraan,” ujarnya.

Ferry menambahkan bahwa fase ini merupakan pilot project yang akan dievaluasi secara berkala. Jika menunjukkan performa positif dalam tiga bulan ke depan, POJ dan TOP telah menyiapkan cetak biru ekspansi yang jauh lebih masif.

“Saat ini kita melepas 250 armada. Setelah evaluasi tiga bulan, kami menargetkan untuk menambah hingga mencapai total 1.000 unit kendaraan,” katanya optimis.

Sebagai bagian dari keluarga besar Pegadaian Group, PT POJ juga mengemban misi inklusi keuangan. Kolaborasi ini dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produk investasi aman kepada ekosistem digital ride-hailing.

Ke depan, POJ akan menggelar program edukasi terintegrasi mengenai pentingnya investasi emas nasional yang menyasar langsung dua arah, yaitu kepada para mitra driver sebagai jaminan hari tua, serta para penumpang melalui aktivasi promosi digital di dalam armada.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Trans Optima Perkasa, Agung Beratha, memaparkan bahwa ceruk pasar penyewaan kendaraan bagi pekerja mandiri di sektor transportasi berbasis aplikasi masih menyimpan potensi pertumbuhan yang luar biasa besar. Meskipun baru berdiri selama dua tahun, TOP telah berhasil menyerap tenaga kerja mandiri hingga 1.400 mitra driver dengan jumlah armada yang setara di area Jabodetabek.

Dengan tambahan kerja sama dari POJ ini, total armada aktif yang dikelola oleh TOP kini melonjak tajam menjadi 1.650 unit.

“Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis, semakin banyak masyarakat yang beralih menjadi pekerja mandiri. TOP hadir bukan sekadar menyewakan fisik mobil, melainkan memberikan paket solusi: kepastian unit yang prima, jaminan regulasi, dan kepastian pendapatan (income) bagi mitra. Mereka juga diuntungkan karena tidak perlu memikirkan biaya harian dan waktu untuk perawatan rutin kendaraan, semuanya di-manage oleh sistem kami,” kata Agung.

Menariknya, dia mengungkapkan adanya pergeseran preferensi yang sangat masif di kalangan pengemudi saat ini. Faktor efisiensi biaya operasional harian membuat permintaan kendaraan listrik melonjak tajam.

“Permintaan kendaraan EV dari mitra driver kami saat ini terus meroket hingga menyentuh angka 80 persen. Menjawab antusiasme tersebut, tahun ini kami memasang target agresif untuk mengoperasikan sedikitnya 500 unit kendaraan EV di jalanan,” tuturnya.

Melihat kokohnya pondasi kemitraan, TOP dan POJ juga sudah membidik peta roadmap bisnis masa depan yang lebih ekspansif. Selain berencana mengepakkan sayap layanan kendaraan roda empat ke kota-kota tier dua di Indonesia, kedua korporasi saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk masuk ke lini bisnis baru, yaitu penyewaan kendaraan roda dua berbasis listrik untuk melayani segmen kurir logistik dan transportasi penumpang yang lebih lincah.

Melalui kolaborasi tersebut, POJ dan TOP berharap dapat memperkuat infrastruktur pendukung industri ride hailing, ikut mengurangi emisi karbon sekaligus memberikan alternatif akses kendaraan yang lebih mudah bagi masyarakat yang ingin bekerja sebagai mitra pengemudi.

Topik Menarik