5 Fakta PHK Massal, Pabrik-Pabrik Pindah ke Vietnam
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal melaporkan ancaman PHK massal terhadap 7.000 buruh pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur. Hal ini dipicu oleh rencana dua perusahaan itu untuk mengalihkan basis produksinya ke Vietnam.
"(Potensi) PHK juga terjadi kemungkinan besar di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur," kata Said Iqbal ditemui usai pembukaan Rakernas KSPI di Hotel Arcici, Jakarta Pusat.
Berikut fakta-fakta pabrik pindah ke Vietnam yang dirangkum Okezone, Sabtu (27/6/2026).
1. Sampaikan Persoalan ke DPR
Said Iqbal mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar bisa mendapatkan jalan keluar atas permasalahan yang ada. Dari komunikasinya, Dasco akan memanggil pihak pemerintah dan dua perusahaan tersebut untuk membahas kasus ini.
"Tadi saya bisik dengan Bang Dasco, mohon kami dibantu bertemu dengan Menteri Perindustrian minggu depan. Akan diatur bertemu dengan Menteri Perindustrian, dipanggil pengusahanya, dipanggil serikat buruhnya," ujarnya.
Kendati demikian, Said Iqbal tidak menyebutkan identitas dari kedua perusahaan tersebut. Pasalnya, perusahaan itu masih dalam proses negosiasi dengan para pekerjanya.
"Jadi untuk dua perusahaan saya kasih inisialnya PT J dan PT S. Kenapa saya belum sebut? Karena perusahaan itu kan masih negosiasi dengan serikat pekerjanya. Sudah hampir setahun negosiasi itu," ungkapnya.
2. Negara Fasilitasi
Karena itu, Presiden KSPI ini berharap negara perlu hadir untuk ikut memfasilitasi antara pihak perusahaan dengan para pekerjanya. Terlebih, relokasi ini sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan Pusat yang berada di Jepang.
3. Potensi PHK Massal
Said menjelaskan potensi jumlah PHK yang kemungkinan terjadi di dua pabrik komponen otomotif tersebut. Untuk, karyawan di PT berinsial J, dari informasi yang didapat ada sekitar 4 ribu dari 7 ribu karyawan yang akan di PHK.
"Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4.000, bahkan lebih parah lagi 3.000 omong-omongnya (yang berpotensi di PHK)," pungkasnya.
4. Tunda Rencana Pindah
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan dua pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur, menunda rencana untuk mengalihkan basis produksinya ke Vietnam.
Rencana pemindahan lokasi ini belakangan menjadi isu lantaran berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 7.000 buruh pabrik di dua perusahaan tersebut.
"Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan, bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda. Artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," kata Mensesneg.
5. Carikan Jalan Keluar
Prasetyo yang juga kini menjadi Ketua Satgas Mitigasi PHK menyampaikan bahwa persoalan ini menjadi salah satu tugas pihaknya untuk mencarikan jalan keluar agar tak ada PHK massal.
"Karena dua perusahaan otomotif itu (berencana) berpindah oleh karena principal atau investornya yang memutuskan ingin mengurangi atau ingin memindahkan investasinya," ujarnya.






