Bos Danantara Lapor Prabowo, 300 BUMN Bakal Dirampingkan

Bos Danantara Lapor Prabowo, 300 BUMN Bakal Dirampingkan

Ekonomi | okezone | Senin, 22 Juni 2026 - 09:12
share

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mematangkan proses restrukturisasi dan perampingan BUMN demi memperkokoh fondasi ekonomi nasional. 

Langkah taktis ini dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto guna memastikan seluruh proses integrasi keuangan dan bisnis berjalan sesuai tenggat waktu yang ditargetkan.

"Saya diterima bapak Presiden Prabowo Subianto di kediamannya untuk membahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor-sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani dalam pertemuannya dengan Prabowo di Kertanegara, dikutip dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pertemuan strategis yang berlangsung di kediaman Presiden tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi perampingan BUMN. Pemerintah tidak ingin BUMN terus terbebani oleh struktur yang terlalu gemuk dan tidak efisien, sehingga integrasi keuangan di bawah payung Danantara menjadi prioritas utama. 

Melalui konsolidasi satu pintu ini, Danantara memegang peran sentral sebagai sovereign wealth fund sekaligus pengelola investasi yang akan mengoordinasikan portofolio bisnis negara agar lebih bernilai komersial tinggi.

Pemerintah berkomitmen mereduksi tumpang tindih tata kelola dengan menyusutkan jumlah anak hingga cucu usaha pelat merah yang dinilai kurang produktif. Melalui strategi merger dan perampingan korporasi ini, struktur holding BUMN diharapkan menjadi jauh lebih sehat dan luwes dalam bersaing di kancah global.

"Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul. Konsolidasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing," jelas Rosan.

 

Selain merapikan lini bisnis yang sudah ada, pertemuan tersebut juga mendiskusikan peta jalan pendanaan Danantara untuk sektor-sektor baru yang potensial. 

Rosan menjelaskan, sektor pariwisata, penyelenggaraan ajang olahraga skala internasional, serta industri kreatif menjadi fokus bidikan baru yang akan didorong pembiayaannya. Kolaborasi sektor-sektor ini dinilai memiliki daya dobrak besar sebagai katalisator pertumbuhan yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru. 

"Kami juga membahas peluang pengembangan sektor yang dapat didukung Danantara, pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif, untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran perekonomian nasional," kata Rosan.

Topik Menarik