Soal Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tidak Ditentukan seperti Urut Kacang

Soal Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tidak Ditentukan seperti Urut Kacang

Nasional | okezone | Selasa, 9 Juni 2026 - 16:34
share

JAKARTA - Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan, sistem meritokrasi dalam pengisian jabatan di lingkungan TNI telah dijalankan. Namun, penerapan sistem itu tidak didasarkan pada mekanisme urut kacang.

"Berkaitan dengan meritokrasi, betul sudah berjalan saat ini, tapi perlu kita pahami bahwa penempatan posisi jabatan di lingkungan TNI tidak urut kacang," ucap Nas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, urut kacang yang dimaksud adalah mekanisme penempatan jabatan yang mengurutkan senior hingga ke junior. Penempatan jabatan, kata dia, dilandaskan pada kemampuan dari seorang prajurit.

"Urut kacang berarti saat ini sekarang, besok juniornya, besok juniornya, tidak. Tapi ini lebih berbasis kepada kompetensi dan kemampuan, dan ada juga di dalamnya KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa)," ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam penentuan KPLB, tentunya terdapat dasar-dasar penilaian dalam menentukan kompetensi. Hal itu akan dinilai pimpinan.

"Penilaian itu ada yang tertulis ataupun tidak tertulis. Yang tertulis adalah di sekolah, yang tidak tertulis adalah pengalaman di lapangan," ucap dia.

Dengan begitu, meritokrasi yang diterapkan TNI didasarkan pada kompetensi prajurit, bukan soal senioritas maupun junioritas. "Jadi benar, penempatan jabatan tidak berdasarkan urut senior-junior, tapi berdasarkan kompetensi. Apa dasarnya? Penilaian dari pimpinan atau user kita saat ini," ujar dia.

Topik Menarik