Menkes Ingatkan Pengobatan TBC Harus Tuntas 6 Bulan, Jangan Berhenti di Tengah Jalan
JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali membagikan edukasi kesehatan lewat konten Budi Gemar Sharing di Instagram. Kali ini ia mengingatkan masyarakat soal pentingnya menuntaskan pengobatan tuberkulosis (TBC).
Dalam video itu, ia menjelaskan bahwa tuberkulosis bukanlah kutukan, seperti yang banyak tertanam dalam stigma masyarakat. Ia menegaskan bahwa TBC adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang bisa disembuhkan dengan pengobatan rutin.
“TBC itu infeksi bakteri, dan bakteri itu bisa mati dengan obat-obatan seperti ini,” ujar Budi.
Budi menjelaskan bahwa pengobatan TBC berlangsung selama enam bulan dan terbagi menjadi dua fase. Fase pertama disebut fase intensif yang dijalani selama dua bulan dengan konsumsi obat setiap hari.
Sementara empat bulan berikutnya masuk fase lanjutan yang juga mengharuskan pasien minum obat secara rutin hingga tuntas.
“Pengobatannya itu 6 bulan. 6 bulan itu dibagi dua fase,” ucapnya.
Jumlah tablet yang dikonsumsi pasien nantinya akan disesuaikan dengan berat badan masing-masing. Selain itu juga akan dihitung langsung oleh petugas kesehatan di puskesmas.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak tiba-tiba berhenti mengobati TBC saat kondisi tubuhnya sudah terasa membaik. Biasanya banyak yang merasa sudah sembuh meski baru dua bulan pertama menjalani terapi. Kemudian mereka berhenti minum obat dan tidak menuntaskan pengobatan empat bulan selanjutnya.
Tanpa disadari bakteri yang ada dalam tubuh belum benar-benar mati karena pengobatannya belum tuntas. Untuk itu, Budi kembali menegaskan agar masyarakat tidak berhenti di tengah jalan dan harus menuntaskan minum obat yang diberikan tenaga medis selama enam bulan.
“Jangan pernah berhenti minum obat di tengah jalan. Pesan saya buat para penderita TBC dan keluarga-keluarganya, jangan pernah stop di tengah jalan minum obat, dan tuntaskan minum obatnya selama 6 bulan,” tuturnya.










