Tersangka Bersenjata Penerobos Gala Gedung Putih Didakwa atas Percobaan Pembunuhan Trump

Tersangka Bersenjata Penerobos Gala Gedung Putih Didakwa atas Percobaan Pembunuhan Trump

Berita Utama | okezone | Selasa, 28 April 2026 - 10:43
share

WASHINGTON – Pria bersenjata yang diduga mencoba menerobos keamanan di acara Gala Koresponden Gedung Putih (White House Correspondents’ Dinner) akhir pekan lalu telah didakwa dengan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Cole Allen (31), seorang guru dari California, diduga membawa senapan pompa kaliber .12, pistol semi-otomatis kaliber .38, dan tiga bilah pisau ketika ditangkap pada Sabtu (25/4/2026). Penangkapan dilakukan setelah ia gagal menerobos masuk ke acara mewah tersebut.

Jaksa federal pada Senin (27/4/2026) mendakwa Allen atas percobaan pembunuhan terhadap presiden, pengangkutan senjata antarnegara bagian, dan penembakan senjata api selama tindakan kejahatan kekerasan. Saat ini, tersangka belum diminta untuk mengajukan pembelaan.

Hakim Magistrat AS, Matthew Sharbaugh, memerintahkan penahanan Allen selama proses kasus ini berlanjut. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Kamis (30/4/2026), untuk menentukan apakah ia memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan praperadilan. Sementara itu, sidang pendahuluan Allen telah ditetapkan pada 11 Mei.

Meskipun Allen didakwa dengan percobaan pembunuhan, Jaksa Agung AS Todd Blanche menegaskan bahwa tersangka tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Trump.

“Orang ini berada satu lantai di atas ruang pertemuan, dengan ratusan agen federal di antara dia dan Presiden AS,” katanya dalam konferensi pers setelah sidang pengadilan, sebagaimana dilansir RT.

Ketika ditanya mengenai siapa yang menembak agen Secret Service selama insiden tersebut, Blanche menolak memberikan jawaban langsung dan menekankan bahwa bukti balistik masih dipelajari.

“Tampaknya ada lima tembakan yang dilepaskan oleh penegak hukum,” katanya. “Kami percaya, seperti yang diuraikan dalam pengaduan, bahwa terdakwa sempat menembakkan senapan. Namun, terkait hasil balistik yang tepat, saya tidak akan menyampaikannya hari ini.”

Dalam manifesto yang diduga ditulis oleh Allen—yang pertama kali diterbitkan oleh New York Post—tersangka menyatakan bertujuan membunuh pejabat administrasi. Target dengan "peringkat tertinggi" adalah Trump, yang disebutnya sebagai "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat."

Topik Menarik