Bahaya Video Pendek untuk Otak Anak,Ini Kata Dokter

Bahaya Video Pendek untuk Otak Anak,Ini Kata Dokter

Berita Utama | okezone | Senin, 27 April 2026 - 08:10
share

JAKARTA – Sejak maraknya berbagai konten video di media sosial, kini masyarakat lebih sering mengonsumsi video pendek. Namun, dampak dari konten video pendek tidak bisa dianggap sepele.

Hal ini dibahas oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, Adam Prabata, lewat cuitannya di media sosial X. Dalam unggahannya, dr. Adam mengaku awalnya menganggap menonton video pendek di ponsel hanya sebagai hiburan pengisi waktu luang.

Namun, setelah membaca sebuah jurnal penelitian, ia menyebut kebiasaan tersebut justru bisa berdampak pada fungsi otak. Penelitian yang ia bahas dilakukan di Tiongkok terhadap 48 responden.

Studi tersebut meneliti kebiasaan menonton video pendek dan mengaitkannya dengan fungsi atensi dan kontrol diri, termasuk melalui pemeriksaan EEG.

“Hasilnya cukup bikin kaget,” tulis Adam.

Ia menjelaskan, semakin sering seseorang menonton video pendek, kemampuan otak untuk mengontrol diri cenderung menurun. Selain itu, fungsi eksekutif otak, terutama yang berkaitan dengan perhatian (atensi), juga ikut terdampak.

Menurutnya, karakter video pendek yang cepat dan singkat cenderung membuat otak terbiasa dengan stimulasi tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat seseorang kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu lama.

“Semakin tinggi tingkat kecanduan menonton video pendek di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah kontrol diri,” tulisnya.

Cuitan tersebut pun langsung ramai mendapat respons dari warganet yang merasa mengalami hal serupa. Mereka menyadari mulai merasakan dampak dari seringnya menonton video pendek.

Ada yang mengaku kini malas menonton video berdurasi panjang, dan ada pula yang merasa gampang bosan ketika membaca buku berjam-jam.

“Jujur, memang sedikit berpengaruh. Mau nonton video panjang jadi malas duluan,” tulis akun @UTDF***.

“Dulu baca buku bisa berjam-jam. Sekarang setengah jam tanpa bosan saja sudah alhamdulillah,” tulis akun @BanyuSa****.

Fenomena ini pun memunculkan istilah short attention span yang tengah marak di era digital. Meski begitu, beberapa warganet juga mulai mencari cara untuk mengatasinya, seperti kembali melatih fokus dengan membaca buku atau menggunakan teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro.

“Saya termasuk yang kena imbas short attention span ini karena sering menonton video pendek. Dulu baca buku bisa berjam-jam. Sekarang baca buku setengah jam tanpa merasa bosan saja sudah alhamdulillah. Sekarang sedang melatih untuk mengembalikan kebiasaan membaca buku dengan metode Pomodoro,” tulis akun X @BanyuSa***.

Topik Menarik