RI Borong 150 Juta Barel Minyak Rusia, Stok Aman hingga Akhir Tahun
JAKARTA — Pemerintah sepakat membeli minyak mentah dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Jumlah ini setara dengan sekitar setengah kebutuhan BBM nasional dalam satu tahun.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan impor minyak mentah dari Rusia akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun mendatang. Skema pembelian masih dalam tahap kajian, apakah melalui PT Pertamina atau menggunakan Badan Layanan Umum (BLU).
“Impor minyak dari Rusia sudah disepakati, totalnya 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).
Yuliot menilai pembelian minyak dalam jumlah besar melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini Pertamina, memiliki risiko yang cukup tinggi. Karena itu, muncul opsi pembentukan BLU baru yang akan melakukan transaksi dengan Rusia. Skema ini dinilai dapat memudahkan dari sisi pembiayaan melalui APBN.
Selain itu, Yuliot mengatakan pemilihan jalur pengiriman juga menjadi pertimbangan, mengingat kondisi geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, jalur pengiriman juga dipilih dengan mempertimbangkan efisiensi biaya.
“Saat ini masih dalam tahap pembahasan, apakah impor dilakukan langsung oleh perusahaan negara atau melalui BLU. Kita juga menyiapkan regulasinya, termasuk jalur pengiriman yang akan digunakan,” sambungnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kebutuhan minyak mentah Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 300 juta barel, dengan konsumsi harian sekitar 1,6 juta barel. Sementara itu, kapasitas produksi domestik baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sehingga masih membutuhkan tambahan pasokan dari luar negeri.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah untuk terus mencari sumber pasokan minyak mentah, baik dari Rusia maupun negara lain, dengan mempertimbangkan harga yang kompetitif.
“Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4).
Bahlil menambahkan, Indonesia masih membutuhkan impor BBM sekitar 1 juta barel per hari untuk menutup kesenjangan antara produksi dan konsumsi.
Dukung Kelancaran Ibadah, PLN Amankan Pasokan Listrik Nasional saat Salat Idulfitri 1447 H
“Saya bertemu dengan utusan khusus Presiden Putin, dan kabarnya cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia. Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,” kata Bahlil.










