PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

Berita Utama | okezone | Selasa, 21 April 2026 - 10:09
share

JAKARTA – Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade mendatang untuk pemulihan dan rekonstruksi di Gaza yang dilanda perang.

Dalam Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Cepat Gaza (Gaza Interim Damage and Needs Assessment atau RDNA) terbaru mereka, PBB dan Uni Eropa menyatakan bahwa lebih dari dua tahun perang di wilayah Palestina "telah menyebabkan hilangnya nyawa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis kemanusiaan yang dahsyat".

"Kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi diperkirakan mencapai sekitar USD71,4 miliar," kata penilaian tersebut, yang disusun melalui koordinasi dengan Bank Dunia, sebagaimana dilansir TRT.

Penilaian akhir tersebut menetapkan bahwa USD26,3 miliar (sekitar Rp450,782 triliun) akan dibutuhkan dalam 18 bulan pertama untuk memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur penting, dan mendukung pemulihan ekonomi.

Menurut RDNA, sekitar 371.888 unit rumah telah hancur atau rusak, lebih dari 50 persen rumah sakit di wilayah tersebut tidak berfungsi, dan hampir semua sekolah telah hancur atau rusak berat.

Pada saat yang sama, 1,9 juta orang—hampir seluruh penduduk Gaza—telah mengungsi, bahkan sering kali berpindah tempat berkali-kali, dan lebih dari 60 persen penduduk telah kehilangan rumah mereka, menurut penilaian tersebut.

Ekonomi Gaza dilaporkan telah menyusut sebesar 84 persen.

"Skala dan luasnya kekurangan di berbagai aspek kehidupan, mata pencaharian/pendapatan, ketahanan pangan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial, telah menghambat pembangunan manusia di Jalur Gaza selama 77 tahun," pungkas penilaian tersebut.

Topik Menarik