Dilaporkan Terkait Dugaan Nistakan Agama, JK Doakan Pelapor Diampuni Allah SWT
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) bakal mempertimbangkan untuk melaporkan balik orang-orang yang telah memfitnahnya terkait dugaan penistaan agama. Namun, lebih dahulu dia mendoakan para pemfitnahnya itu diampuni Allah SWT.
1. Doakan agar Diampuni Allah
"Kami sedang mulai mempelajari itu di mana letak. Mudah-mudahan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kami akan pertimbangkan, karena kalau tidak dituntut, ini akan terulang lagi," ujar JK pada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, orang-orang yang telah memfitnahnya itu shanya bisa berbicara omong kosong. Pasalnya, mereka bahkan tidak pernah terjun langsung melakukan perdamaian di daerah konflik sebagaimana yang pernah dilakukannya di Maluku.
"Apa dia bikin pada waktu itu? Kasih tahu mereka semua, orang yang besar ngomong, apa yang dia lakukan pada saat itu (konflik di Maluku terjadi)?" tuturnya.
JK menjelaskan, sejatinya banyak masyarakat, khususnya jamaah masjid yang juga hendak melakukan demo mendukung untuk melawan fitnah terhadapnya. Namun, dia melarangnya karena persoalan tersebut harus diselesaikan sesuai aturan hukum.
"Orang-orang mau demo, jangan saya bilang, karena itu saya undang Sekjen DMI supaya kasih tahu (jamaah) masjid (untuk) tenang, (jamaah) masjid banyak yang berteriak. 'Bagaimana Pak, kita lawan?' Jangan, jangan. Di Makassar mau demo besar-besaran, jangan, kasih pengumuman, tidak boleh demo," tuturnya.
Karena itu, JK menambahkan, jika ada masyarakat yang hendak melaporkan para pemfitnahnya itu, dia pun tak bisa melarangnya. Pasalnya, itu merupakan hak dari setiap warga negara.
"Tapi secara hukum, kami serahkan pada tim hukum, serahkan ke masyarakat. Banyak masyarakat yang mau (melaporkan para pemfitnahnya) karena tersinggung, bukan saya yang mau mengambil hukum, (tapi) masyarakat yang mau mengadukan ke hukum. Saya diam aja, tapi masyarakat tidak bisa ditahan kalau dia mau," katanya.









