Apakah Suntik Campak Bikin Demam?
JAKARTA - Apakah suntik campak bikin demam? Kondisi demam setelah vaksin campak termasuk dalam salah satu efek samping.
Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apabila satu orang penderita campak berada dalam satu ruangan dengan sepuluh orang lain yang belum pernah sakit atau belum pernah diimunisasi campak, maka diperkirakan sepuluh orang tersebut akan terinfeksi.
Penyebabnya adalah Paramyxovirus. Campak bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa, tapi kelompok usia anak lebih rentan menderita komplikasi, seperti infeksi telinga, diare, dan pneumonia, bahkan kematian. Imunisasi anak penting untuk mencegah penularan sehingga terhindar dari komplikasi.
Efek Samping Vaksin Campak
Melansir laman RS Primaya, anak wajar mengalami beberapa efek samping seusai imunisasi campak.
- Demam lebih dari 39,5°C pada 5–15 kasus, pada hari ke-5 hingga ke-6 sesudah imunisasi dan bisa berlangsung sampai selama 5 hari.
- Ruam menyerupai ruam campak pada 5 kasus, pada hari ke-7 hingga ke-10 sesudah imunisasi dan berlangsung 2–4 hari.
- Trombosit turun terjadi pada kurang dari 1 dalam 30.000 orang dan kejang demam pada 1 dari 3.000–4.000 orang.
- Ensefalopati (kejang/penurunan kesadaran) dan reaksi alergi berat terjadi pada kurang dari 1 dalam satu juta penerima imunisasi campak.
Kapan Imunisasi Dapat Diberikan?
Sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan, anak berusia 9 bulan bisa menerima imunisasi campak/MR. Sebaiknya dilakukan imunisasi ulangan pada usia 18 bulan (vaksin MR), dan pada usia 5–6 tahun atau 6–7 tahun saat BIAS. Imunisasi campak pada anak di atas 1 tahun dapat diberikan imunisasi kombinasi berupa vaksin MMR (measles, mumps, rubella). Apabila MMR sudah diberikan, tidak perlu lagi melakukan imunisasi campak (MR) pada usia 18 bulan.
Namun, anak bisa pula menerima vaksin campak secara terpisah. Pemerintah sendiri lebih berfokus pada pemberian vaksin campak bersama rubela (MR) karena komplikasi akibat dua penyakit itu terbilang lebih membahayakan ketimbang gondongan.










