UMKM Dinilai Tahan Banting Hadapi Dampak Geopolitik dan Perang
JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai menjadi sektor penting yang bisa menopang perbankan di tengah tekanan ekonomi global. Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, menekankan peran UMKM dalam menjaga portofolio perbankan tetap sehat.
“Secara historis, UMKM punya kelincahan dan kelenturan dalam menghadapi tekanan krisis, baik dari kondisi ekonomi domestik maupun eksternal, seperti dampak geopolitik atau perang di Timur Tengah,” jelas Ryan, Senin (6/4/2026).
Meski demikian, Ryan menegaskan bahwa bank tetap harus menerapkan prinsip 5C dalam menilai calon debitur, yakni Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral, agar kualitas portofolio tetap terjaga.
“Bank, terutama yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara, memang wajar mendukung program pemerintah. Namun, penyaluran kredit harus tetap sesuai dengan sektor unggulan dan keahlian masing-masing bank,” ujarnya.
6 Fakta THR PNS 2026 dan Pekerja Swasta Cair, Ada yang Kena Pajak vs PPh Ditanggung Negara
Ryan menambahkan, kehadiran bank di daerah hingga pelosok memungkinkan mereka menggali beragam lapangan usaha yang prospektif sesuai karakteristik wilayah, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, beberapa bank pelat merah, termasuk Bank Mandiri, diketahui menyalurkan kredit ke sektor produktif UMKM. Langkah ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah sekaligus membantu menjaga pertumbuhan aset dan pendapatan perbankan di tengah kondisi global yang penuh tekanan.
“Ini bisa menjadi momentum bagi perbankan untuk menjaga pertumbuhan, sambil tetap mendukung program pemerintah,” tambah Ryan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita.
Secara keseluruhan, hingga Februari 2026 volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28 secara tahunan (YoY).










