BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami 2 Menit Usai Gempa Besar M7,6 di Sulut
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG tercatat mengeluarkan peringatan dini tsunami hanya dalam waktu 2 menit 45 detik setelah guncangan terjadi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan langkah ini sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk meminimalkan dampak risiko bencana. Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG mengeluarkan total empat kali peringatan dini dengan klasifikasi status yang berbeda di sejumlah wilayah.
Faisal menjelaskan, dari hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status yang pertama untuk Siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter itu di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa bagian selatan bagian selatan, Minahasa Utara bagian selatan.
Selanjutnya, kata Faisal, untuk status Waspada, yaitu dengan ketinggian tsunami kurang dari setengah meter, di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
“Berdasarkan SOP yang berlaku, jika gempa bumi berpotensi tsunami, BMKG mengeluarkan peringatan dini satu hingga empat, ya. Ini perlu kami sampaikan urutan parameter gempa yaitu lokasi, magnitudo, serta waktu yang telah dirilis pada pukul 05.50 WIB atau 2 menit 45 detik setelah gempa,” ujarnya.
Kemudian peringatan dini kedua, kata Faisal, berisi update parameter gempa, lokasi, magnitudo, hingga waktu yang dirilis 8 menit 7 detik setelah gempa. “Peringatan dini ketiga juga berisi update parameter dan hasil observasi tide gauge pada waktu tiba dan ketinggian tsunami, dirilis tiga kali, kira-kira pada 59 menit 38 detik setelah gempa, 1 jam 38 menit setelah gempa, hingga pada 3 jam 45 menit setelah gempa. Ini sesuai dengan SOP, ya,” tuturnya.
Selanjutnya, Faisal mengatakan, peringatan dini keempat berisi berakhirnya peringatan dini pada pukul 09.56 WIB. “Perlu kami sampaikan, untuk peringatan dini keempat untuk pengakhiran peringatan dini tsunami ini juga sangat penting. Setelah pengakhiran, tim penyelamat, tim SAR dari BPBD yang memberikan pertolongan, atau tim untuk asesmen bangunan dan lain sebagainya, itu dapat masuk ke lokasi-lokasi terdampak tsunami,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut, Faisal mengatakan, tsunami terdeteksi di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter, Jailolo 0,24 meter, di Bitung 0,2 meter, di Kedi Halmahera Barat 0,15 meter, di Tagulandang Sulawesi Utara 0,19 meter, kemudian Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, di Belang 0,68 meter, serta di Bumbulan 0,13 meter.
“Ini yang tercatat di pencatatan kita,” tuturnya.










