Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

Terkini | okezone | Minggu, 15 Maret 2026 - 19:02
share

JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipahami.

Menkes Budi menilai orangtua perlu memperbanyak komunikasi dengan anak serta menurunkan ego agar dapat lebih memahami perasaan mereka. Menurutnya, pendekatan yang penuh empati dapat membantu meredakan emosi anak sekaligus mempererat hubungan keluarga.

“Ngobrol yang banyak dengan anak-anak. Turunkan ego sedikit, dengarkan mereka, jadi sahabat mereka,” katanya, seperti dikutip Minggu (15/3/2026). 

Dia menjelaskan, anak sering kali mengekspresikan emosi melalui perilaku tantrum karena belum mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata secara tepat. Oleh karena itu, orangtua perlu hadir sebagai pendengar yang baik dan tidak langsung menghakimi atau memarahi anak. Nerikut kiatnya. 

1. Perbanyak komunikasi dengan anak
orangtua dianjurkan lebih sering berbicara dan berinteraksi dengan anak agar mereka merasa didengar dan dihargai. Komunikasi yang terbuka membantu anak mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih sehat.

2. Turunkan ego sebagai orangtua
Dalam menghadapi anak, orangtua tidak selalu harus merasa paling benar. Menurunkan ego berarti bersedia memahami sudut pandang anak dan tidak langsung menyalahkan mereka ketika terjadi konflik.

3. Dengarkan anak dengan empati
Mendengarkan secara aktif membuat anak merasa aman untuk menyampaikan perasaan atau keluhan. Hal ini juga membantu orangtua memahami penyebab tantrum.

4. Bangun hubungan seperti sahabat
Hubungan yang hangat dan tidak terlalu kaku membuat anak lebih terbuka kepada orangtua. Ketika anak merasa orangtua adalah tempat yang aman untuk bercerita, konflik emosional dapat lebih mudah diselesaikan.

5. Konsultasi dengan tenaga kesehatan jika kewalahan
Jika orangtua merasa kesulitan menghadapi tantrum yang sering atau berat, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau psikolog dapat membantu menemukan solusi yang tepat serta memberikan dukungan bagi keluarga.

Topik Menarik