Stok LPG Dijaga 12–15 Hari, Pasokan Aman Jelang Lebaran

Stok LPG Dijaga 12–15 Hari, Pasokan Aman Jelang Lebaran

Ekonomi | okezone | Kamis, 12 Maret 2026 - 14:00
share

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan LPG dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Stok LPG saat ini dijaga dengan coverage days atau ketahanan pasokan rata-rata sekitar 12 hingga 15 hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode lonjakan konsumsi.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Erika Retnowati, menjelaskan pemerintah terus memantau kondisi stok serta distribusi LPG agar tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

"Stok LPG nasional saat ini dijaga dengan coverage days rata-rata sekitar 12 sampai 15 hari, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi Ramadhan hingga Idul Fitri," ujar Erika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Pemerintah juga memproyeksikan penyaluran LPG selama periode Ramadhan hingga Lebaran akan meningkat sekitar 4 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal. Kenaikan ini dipicu meningkatnya aktivitas rumah tangga dan konsumsi masyarakat selama bulan puasa hingga hari raya.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai infrastruktur penyaluran LPG di seluruh Indonesia.

Saat ini tersedia 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terdiri dari 643 SPBE PSO dan 114 SPBE non-PSO, serta 6.662 agen LPG yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

Selain itu, agen dan pangkalan LPG juga disiagakan selama 24 jam, khususnya di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi. Pemerintah juga menambah pasokan LPG ke agen maupun pangkalan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadhan hingga Lebaran.

 

Distribusi LPG turut diantisipasi dengan pengaturan jadwal pengiriman dari depot LPG menuju SPBE. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi keterlambatan distribusi akibat meningkatnya arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.

Di sisi pengawasan, Ditjen Migas ESDM akan melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap tersedia bagi masyarakat. Pemerintah juga mengoptimalkan layanan pengaduan melalui call center Pertamina 135 dan call center ESDM 136 agar masyarakat dapat melaporkan apabila mengalami kendala dalam memperoleh LPG selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

"Di sisi pengawasan, Ditjen Migas ESDM akan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap tersedia," pungkas Erika.

Topik Menarik