Donald Trump Takut Pemain Timnas Iran Dibunuh, Desak Australia Berikan Suaka Politik

Donald Trump Takut Pemain Timnas Iran Dibunuh, Desak Australia Berikan Suaka Politik

Berita Utama | okezone | Selasa, 10 Maret 2026 - 11:01
share

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, khawatir dengan keselamatan pemain-pemain Timnas Putri Iran usai tampil di Piala Asia Wanita 2026. Ia mendesak agar Pemerintah Australia memberikan suaka politik!

Timnas Putri Iran mengakhiri perjalanannya di Piala Asia Wanita 2026 usai kalah 0-2 dari Timnas Putri Filipina di laga terakhir fase grup. Mereka finis di posisi juru kunci Grup A dengan 0 poin.

1. Dianggap Pengkhianat

Lantas mengapa Trump khawatir dengan pemain Timnas Putri Iran? Sana Sadeghi dan kawan-kawan diketahui sempat menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum melakoni laga pertama kontra Timnas Putri Korea Selatan.

Aksi mereka itu langsung dianggap sebagai pengkhianatan terhadap negara. Sebab, di waktu bersamaan, Iran sedang terlibat pertempuran melawan Israel dan AS.

2. Suaka Politik

 

Keselamatan mereka saat kembali ke Teheran pun jadi perhatian luas. Para pemain bukan tidak mungkin akan mendapat sanksi berat. Trump mendesak Australia untuk segera memberikan perlindungan.

“Pemerintah Australia membuat kesalahan kemanusiaan yang buruk dengan mengizinkan pemain-pemain Timnas Putri Iran dipaksa kembali ke negaranya, di mana mereka kemungkinan akan dibunuh,” cuit Trump lewat akun X @realDonaldTrump, dikutip Selasa (10/3/2026).

 

“Jangan biarkan mereka (kembali), Tuan Perdana Menteri (Anthony Albanese), berikan mereka suaka (politik)! (Pemerintah) AS akan melakukannya jika kalian tidak mau,” tutupnya.

Kekhawatiran serupa diutarakan Presiden FIFPRO untuk Asia dan Oseania, Beau Busch. Asosiasi pesepakbola profesional itu mendorong agar FIFA dan AFC menggunakan pengaruhnya guna menjamin keselamatan Timnas Putri Iran.

“Kami telah meminta (Australia) untuk mengupayakan agar para pemain memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan. Ini mungkin situasi yang sangat menantang,” kata Busch, mengutip dari Reuters.

“Mungkin ada pemain yang ingin kembali. Mungkin ada beberapa pemain dalam tim yang ingin mencari suaka atau ingin tinggal di Australia lebih lama,” tutupnya.

Topik Menarik