Segini Kisaran Gaji Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3

Segini Kisaran Gaji Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama di Moto3

Olahraga | okezone | Selasa, 3 Maret 2026 - 16:59
share

PENAMPILAN gemilang pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di seri pembuka Moto3 Thailand 2026 langsung memicu rasa penasaran publik, tidak hanya soal performanya di lintasan, tetapi juga mengenai nilai kontrak dan pendapatannya. Sebagai pembalap pertama Indonesia yang menembus skuat elite Honda Team Asia, posisi Veda terbilang istimewa di tengah ketatnya persaingan finansial di kelas entry level Grand Prix.

Meskipun rincian kontrak Veda belum diumumkan secara resmi oleh Honda Team Asia maupun Astra Honda Racing Team, gambaran umum gaji pembalap Moto2 dan Moto3 sering kali disebut bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan kelas MotoGP. Di kelas Moto3, mayoritas pembalap bahkan harus menyetorkan dana besar alias menjadi pay rider agar bisa mendapatkan kursi balapan.

1. Antara Gaji Profesional dan Status Pay Rider

Secara umum, pendapatan pembalap di kelas Moto2 dan Moto3 bergantung pada prestasi, nama besar, dan jenis kontraknya. Berdasarkan data industri, gaji di kelas menengah berkisar antara 30 ribu hingga 150 ribu Euro (Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar) per tahun.

Namun, di kelas Moto3, angkanya bisa jauh lebih rendah, bahkan banyak pembalap yang tidak menerima gaji sama sekali karena statusnya didukung penuh oleh sponsor pribadi atau keluarga.

Veda Ega Pratama melaju di Tes Pramusim Moto3 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)

Jika melihat rekam jejak juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, saat memulai debutnya di Moto3 pada usia 17 tahun, ia menerima gaji pokok sebesar 40 ribu Euro (sekitar Rp670 juta). Angka ini tergolong istimewa karena Martin direkrut berkat bakat spesialnya, sehingga ia tidak perlu membayar tim.

Kondisi serupa kemungkinan besar dialami Veda Ega, mengingat ia adalah anak emas Honda yang dipromosikan melalui jalur prestasi Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup, yang biasanya mendapatkan Kontrak Standar Tim.

 

2. Debut Manis

Terlepas dari teka-teki nilai kontraknya, Veda telah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai pembalap profesional. Pada balapan perdananya di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, Minggu 1 Maret 2026, pembalap kelahiran Gunungkidul ini berhasil finis di posisi kelima.

Hasil ini bahkan menuai pujian langsung dari Honda Racing Corporation (HRC) yang menilai Veda memiliki potensi besar untuk memperebutkan podium di seri-seri berikutnya.

Veda Ega Pratama pamer helm baru untuk Moto3 2026. (Foto: Instagram/veda_54)

"Sangat senang dengan hasil P5 di balapan Grand Prix pertama saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim atas kerja luar biasa sepanjang pekan ini," tulis Veda melalui akun Instagram pribadinya.

Kini, setelah mengamankan poin perdana, fokus Veda sepenuhnya beralih ke seri kedua di Moto3 Brasil yang akan digelar pada 20-22 Maret mendatang. Dengan performa impresif tersebut, nilai komersial dan posisi tawar Veda di mata tim pabrikan diprediksi akan terus meroket sepanjang musim 2026.

Topik Menarik