Bentrok TNI-Polri di Papua, Danpuspom: Sudah Dimediasi

Bentrok TNI-Polri di Papua, Danpuspom: Sudah Dimediasi

Terkini | okezone | Jum'at, 13 Februari 2026 - 21:32
share

JAKARTA - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, bentrok TNI dan Polri di Mappi, Papua Selatan, telah diselesaikan melalui mediasi. Permasalahan antara kedua institusi dinyatakan selesai.

"Jadi sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri," ucap Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).

Ia menuturkan, pertikaian ini dipicu adanya miskomunikasi antar-prajurit. Menurutnya, prajurit muda biasanya memiliki tingkat emosi yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

"Tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda, jadi kadang-kadang energinya terlalu banyak sehingga ada miskomunikasi sedikit sehingga muncul. Tapi itu sudah diselesaikan," ujar dia.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menjelaskan, peristiwa bermula dari aksi pengendara sepeda motor yang beberapa kali melakukan penggeberan serta melontarkan ucapan tidak pantas di sekitar area penjagaan Yonif sejak 6–11 Februari 2026. Insiden ini terjadi di sekitar Marseling Area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi.

Pada 12 Februari 2026 dini hari, personel siaga melakukan penghentian dan mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan oknum anggota Polairud Polres Mappi yang saat itu dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol.

"Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi menggelar pertemuan dan bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," kata Iwan dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, pada pagi hari sekitar pukul 09.15 WIT, sekelompok massa sempat mendatangi area satuan dan melakukan pelemparan batu. Hal tersebut direspons personel di lapangan dengan melaksanakan pengamanan sesuai prosedur.

"Berkat koordinasi cepat kedua institusi, situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman tanpa eskalasi lanjutan," ucap dia.

Kapendam menegaskan, insiden tersebut tidak berkaitan dengan konflik institusional, melainkan murni melibatkan oknum dan telah ditangani secara cepat serta bijak melalui komunikasi antara pimpinan kedua institusi. Ia menambahkan, aktivitas masyarakat di Kabupaten Mappi telah kembali berlangsung normal.

Topik Menarik