Ngeri! Puluhan Sajam Modifikasi Disita Polda Metro Hasil Operasi Pekat Jaya 2026
JAKARTA – Polda Metro Jaya memamerkan puluhan senjata tajam (sajam) hasil sitaan dari para pelaku tawuran dalam Operasi Pekat Jaya 2026. Operasi ini berlangsung selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026.
Puluhan senjata tajam yang disita sebagian besar merupakan senjata hasil modifikasi dengan ukuran yang tidak wajar dan tergolong sangat berbahaya. Selain senjata tajam, polisi menyita stik golf, telepon genggam, serta jaket yang digunakan para pelaku saat terlibat tawuran.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menjelaskan bahwa Operasi Pekat Jaya 2026 digelar secara serentak oleh Polda dan seluruh Polres jajaran di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan menjaga ketertiban masyarakat.
"Operasi ini dilaksanakan secara serentak oleh Polda dan Polres jajaran Polda Metro Jaya, sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif," ujar Andaru, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, pelaku tawuran mayoritas berasal dari kalangan remaja hingga pelajar. Aksi tawuran biasanya terjadi pada malam hingga dini hari saat kondisi lingkungan relatif sepi.
"Dampak tawuran ini sangat meresahkan. Tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menyebabkan kerusakan fasilitas publik, korban luka-luka, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa," jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi Polda Metro Jaya, tawuran umumnya dipicu oleh aksi saling ejek antar kelompok yang kemudian berujung pada kekerasan di jalanan.
"Polda Metro Jaya akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap para pelaku tawuran, baik yang melakukan penganiayaan, perusakan, maupun tindak pidana yang menghilangkan nyawa seseorang," pungkasnya.










